Dewan Hakim Diminta Ikut Berikan Masukan

Dewan Hakim Diminta Ikut Berikan Masukan

  Selasa, 28 November 2017 10:00
BUKA : Wali Kota Pontianak Sutarmidji saat membuka kegiatan MTQ XXVII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (26/11) malam. HUMAS PEMKOT FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Musabaqah Tilawatil Quran di Pontianak Selatan

Fungsi dewan hakim dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) diharapkan tak sekedar menilai, tapi juga mampu memberikan masukan-masukan kepada para peserta agar lebih baik lagi ke depannya. Dengan demikian, mereka yang berpotensi untuk dibina bisa memperkuat kontingen MTQ dalam berbagai tingkatan, baik kecamatan, kota, provinsi bahkan nasional.

****

HAL ini diungkapkan Wali Kota Pontianak Sutarmidji saat membuka secara resmi MTQ XXVII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (26/11) malam. Lebih lanjut dijelaskannya masukan-masukan bagi para peserta itu bisa berupa catatan dari penilaian yang dilakukan. 

"Perlihatkan catatan kelemahannya apa. Masing-masing peserta yang memiliki potensi itu disampaikan di mana kekurangan mereka sehingga bisa dilakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuannya," pesan Midji sapaan akrabnya.

Apalagi, menurutnya, komponen penilaian itu sama, mulai MTQ tingkat kecamatan hingga nasional. Untuk itu dia meminta dewan hakim menyerahkan catatan-catatan penilaian kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pontianak sebagai bahan evaluasi. "Sehingga anak-anak itu bisa dilatih kemampuannya, kalau perlu carikan orang yang bisa membinanya," katanya.

Selain  itu, camat dan lurah juga dimintanya lebih jeli melihat anak-anak yang berpotensi dalam membaca Alquran di wilayah masing-masing. Kemudian dibina dan dibimbing supaya berkembang kemampuannya.

Program Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang mewajibkan siswa lulusan SMP khatam Alquran dengan mengantongi sertifikat tetap akan diterapkan. Sementara, bagi siswa SMA yang belum khatam dan belum memiliki sertifikat khatam Alquran, Midji meminta mereka untuk diberikan pelajaran tambahan. Sampai yang bersangkutan khatam dan mengantongi sertifikat. "Seluruh pelajar yang beragama Islam, sebelum tamat SMA sudah harus punya sertifikat khatam Alquran," ucapnya.

Dari pantauan Pontianak Post, ratusan warga hadir dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan. Meski diwarnai rintik hujan, tak menyurutkan para peserta datang beramai-ramai ke Masjid Al Khairat, Jalan Kesehatan Kelurahan Kota Baru. Kecamatan Pontianak Selatan itu. 

Peserta yang tergabung dalam masing-masing kafilah, yakni Kafilah Kelurahan Kota Baru, Benua Melayu Darat, Benua Melayu Laut, Parit Tokaya dan Akcaya siap berkompetisi dalam gelaran MTQ se-Kecamatan Pontianak Selatan.

Ketua Panitia MTQ XXVII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan Fursani menjelaskan, kegiatan MTQ ini digelar bertujuan untuk mencari, menyeleksi dan membina qori dan qoriah maupun hafiz dan hafizah yang akan dipersiapkan untuk menghadapi MTQ Tingkat Kota Pontianak tahun 2018 mendatang.     

"Tema MTQ adalah dengan semangat Musabaqah Tilawatil Quran XXVII Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan, menyatukan langkah membangun masyarakat gemar membaca Al Quran," sebutnya.

Pada MTQ Tingkat Kecamatan Pontianak Selatan ini diikuti sebanyak 160 peserta. Dari jumlah tersebut, terbagi dalam empat cabang yang diperlombakan, yakni cabang tartil quran sebanyak 45 orang, tilawah quran 34 orang, tahfiz quran 76 orang dan syarhil quran lima orang.(bar)

Berita Terkait