Desa Perbatasan Deklarasi ODF

Desa Perbatasan Deklarasi ODF

  Selasa, 16 April 2019 12:08
Kesehatan Masyarakat: Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menghadiri deklarasi ODF di Desa perbatasan.

Berita Terkait

SAMBAS - Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas melalui bagian Kesehatan Masyarakat (Kesmas), mengadakan deklarasi Desa ODF (Open Defecation Free ), bertempat di Desa Sebunga Kecamatan Sajingan Bedar Kabupaten Sambas, pada 8 Maret 2019, yang lalu. Deklarasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat SKPD di lingkungan Pemkab dan Anggota DPRD Sambas, Pemerintah Kecamatan Sajingan Besar, pejabat jajaran Pemerintahan Desa sekecamatan Sajingan Besar. Selain itu juga, hadir tokoh masyarakat, Kapolsek dan Danramil Sajingan Besar, serta Kepala Puskesmas Sajingan Besar.

Dalam sambutannya, Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili LC memberikan apresiasi kepada Desa Sebunga Kecamatan Sajingan Besar. "Saya memberikan apresiasi kepada Desa Sebunga, pada hari ini (8/3) berani mendeklarsikan Desanya sebagai Desa Stop BABS, yaitu Desa dimana seluruh penduduknya tidak lagi buang air besar di sembarang tempat. Kita minta, segera dibuat peraturan desa (perdes) tentang stop BABS," kata Atbah. Bupati berharap dengan adanya deklarasi ini, kedepannya nanti derajat kesehatan masyarakat kabupaten Sambas terutama di Desa Sebunga Kecamatan Sajingan Besar semakin meningkat. 

Menurut Bupati, kegiatan ini memiliki arti penting bagi masyarakat Sambas secara keseluruhan. Karena saat ini masalah kesehatan semakin kompleks. Penyakit infeksi ( menular) erat hubungannya dengan buruknya sanitasi lingkungan dan rendahnya kondisi sosial ekonomi. Adapun umumnya penyakit itu antara lain TBC, ISPA, malaria, diare, demam berdarah, filariasis dan lain sebagainya. Disamping itu juga, muncul berbagai penyakit non infeksi karena gaya hidup modern, seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, jantung koroner dan kanker.

Menyikapi permasalahan kesehatan di kabupaten Sambas, Bupati mengatakan, salah satu upaya dalam pembangunan kesehatan yaitu Sanitasi Total Berbasis masyarakat (STBM). Yaitu program nasional di bidang sanitasi yang bersifat lintas sektoral. Program ini telah dicanangkan pada bulan Agustus 2018 yang lalu oleh Menteri Kesehatan

Republik Indonesia. STBM merupakan pendekatan merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Strategi tersebut disusun dalam rangka memperkuat upaya pemberdayaan hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta mengimplementasikan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar yang berkesinambungan dalam pencapaian sustainable depelopment goals (SDGs) tahun 2016.(fah)

Berita Terkait