Delapan Ledakan Guncang Sri Lanka

Delapan Ledakan Guncang Sri Lanka

  Senin, 22 April 2019 11:26
PUING-PUING: Sejumlah tentara Sri Lanka memeriksa ruangan di dalam gereja St Sebastian, Katuwapitiya, Negombo, kemarin menyusul ledakan bom saat peringatan Paskah.

Berita Terkait

207 Meninggal, Ratusan Luka-Luka 

KOLOMBO – Gereja St Anthony luluh lantak. Hampir seluruh genting jatuh. Puing-puing berserakan di lantai bercampur dengan genangan darah. Tempat ibadah tersebut menjadi sasaran pertama ledakan di Sri Lanka kemarin (21/4). 

Mereka yang selamat hanya bisa memandang dengan ngeri dan pasrah. Jemaat yang kehilangan nyawa ditutup kain seadanya sembari menunggu paramedis tiba. ”Saya melihat tumpukan orang di lantai yang bermandikan darah dan jelaga,” ungkap Yasmin Chiristina Rodrigo, jemaat yang selamat. 

Korban jiwa cukup banyak karena gereja sedang penuh dengan orang-orang yang menghadiri misa Paskah. Perempuan 31 tahun itu duduk di deretan bangku bagian tengah saat bom meledak. Tubuhnya dipenuhi butiran debu dan batu bata yang hancur. Sesaat setelah ledakan, dia mendengar teriakan dan tangisan dari sisi belakang. Ruang misa dipenuhi bau benda terbakar. Orang-orang lantas berebut keluar ruangan.

Ledakan di Gereja St Anthony itu hanyalah pembuka. Masih ada tujuh ledakan lain di berbagai lokasi. Setiap ledakan berjarak sekitar 30 menit hingga sejam. Tiga di antaranya terjadi di hotel mewah di Kolombo. Yaitu, Cinnamon Grand, Shangri-La, dan Kingsbury. Tiga hotel tersebut dikenal sebagai jujukan tamu asing. Total 207 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Salah seorang petinggi di Cinnamon Grand mengungkapkan, pengebom di hotel tersebut adalah warga Sri Lanka bernama Azzam. Dia menginap di hotel tersebut sejak Sabtu (20/4). Saat kejadian, dia tengah mengantre makan pagi di restoran Taprobane di hotel tersebut. Tak ada yang mencurigakan dari penampilannya. Sebab, dia juga membawa piring untuk mengambil makanan seperti tamu lainnya. Tapi, begitu gilirannya akan tiba, dia meledakkan diri di restoran yang sedang penuh oleh pengunjung itu. ”Salah seorang manajer kami yang bertugas menyambut tamu tewas di lokasi kejadian,” ujarnya seperti dikutip Gulf News.

Hingga berita ini ditulis tadi malam, belum ada kelompok yang mengklaim sebagai pelaku. Namun, berdasar dokumen yang dilihat AFP, Kepala Kepolisian Nasional Sri Lanka Pujuth Jayasundara sudah memperingatkan para pejabat penegak hukum akan kemungkinan serangan bom bunuh diri di gereja dan Komisi Tinggi India di Kolombo yang dilakukan National Thowheeth Jama’ath (NTJ). Peringatan itu dilontarkan sepuluh hari sebelum kejadian berdasar laporan badan intelijen asing. Namun, sepertinya polisi gagal menindaklanjuti informasi tersebut. 

Bom terakhir meledak di sebuah rumah di Mahawila Gardens, Dematagoda. Ledakan terjadi saat polisi menggerebek rumah tersebut. Imbasnya, tiga polisi dilaporkan tewas. Sebagian lainnya luka-luka. Jumlah terduga pelaku yang ditangkap masih simpang siur. Yaitu, 3 hingga 7 orang.

”Ini adalah tindakan pengecut,” ujar Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menanggapi serangan bertubi-tubi tersebut. Pemerintah Sri Lanka langsung memberlakukan jam malam agar penduduk tak berkeliaran. Sampai situasi benar-benar aman, jam malam tidak akan dicabut. Mereka yang akan bepergian dengan pesawat dan sudah punya tiket diminta untuk datang ke bandara empat jam sebelum jadwal boarding. Pemeriksaan ketat dilakukan bagi mereka yang keluar masuk negara tersebut. 

Beberapa media sosial seperti Facebook dan WhatsApp juga diblokir sementara. Itu dilakukan untuk mencegah penyebaran hoax. Blokir akan dibuka begitu situasi sudah tenang. 

Uskup Agung Kolombo Kardinal Malcolm Ranjith juga memberitahukan kepada semua umat Nasrani di negara tersebut bahwa semua misa Paskah yang digelar sore dan malam hari dibatalkan. Belasungkawa dan kecaman juga dilontarkan beberapa pemimpin negara lain. Presiden AS Donald Trump menyebut pengeboman itu sebagai serangan teroris yang mengerikan. Mantan Presiden AS Barack Obama menyebutnya sebagai serangan terhadap kemanusiaan. Kecaman juga dilontarkan PM India Narendra Modi, PM Australia Scott Morrison, dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern. 

”Saya berdoa untuk semua yang terluka dan menderita akibat kejadian tragis itu,” ujar Paus Fransiskus dalam misa Paskah di St Peter’s Square Vatikan. Dia mengecam serangan tersebut. (sha/c10/oni)

 

 

 

 

 

Berita Terkait