Dedikasikan Diri untuk Negeri dan Jaga Batas Negara

Dedikasikan Diri untuk Negeri dan Jaga Batas Negara

  Rabu, 28 March 2018 11:00
TAMU REDAKSI: Manajemen RRI Pontianak saat berkunjung ke Redaksi Pontianak Post, Selasa (27/3). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kunjungan RRI Pontianak ke Pontianak Post

Manajemen Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak bertandang ke Pontianak Post, Selasa (26/3). Selain untuk menjalin kerjasama media, kedatangan lembaga penyiaran publik itu juga dimanfaatkan untuk berbagi cerita soal eksistensinya di era saat ini. Isu-isu perbatasan menjadi salah satu fokus utama media tersebut. 

SITI SULBIYAH, Pontianak

KEPALA RRI Pontianak, Sofrani Razak menceritakan banyak fenomena-fenomena yang terjadi di perbatasan. Hal itu pun menjadi salah satu fokus media elektronik ini mengingat Kalimantan Barat merupakan propinsi yang berbatasan dengan negara lain. 

“RRI memang sering mengangkat isu-isu lokal. Kalau di Kalbar ini salah satu yang sering kami adalah terkait isu perbatasan,” ungkap Sofrani.

Beraneka ragam isu perbatasan yang dapat diangkat, mulai dari perdagangan orang, keamanan, hingga perdagangan. Agar mendapatkan informasi secara maksimal, di tempatkanlah reporter RRI di setiap daerah perbatasan. Tugasnya tak lain dan tak bukan, yaitu untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang kondisi perbatasan.

“Seperti di Entikong misalnya, reporter kami ada di sana, hidupnya di daerah perbatasan. Beritanya kami siarkan, dan sampai ke pusat pemberitaan yang ada di Jakarta,” tuturnya.

Ada banyak hal menarik dan berkesan diperbatasan. Dia pun pernah mengalami peristiwa saat tersesat di daerah Aruk, Sambas. Ketika itu, dia dan sejumlah kru bertemu dengan sekelompok orang bermotor di area perkebunan. Jiwa korsa jurnalis mendorongnya untuk turun dari mobil menanyakan aktivitas dari kelompok motor tersebut yang kedapatan membawa banyak gas dari Malaysia.

“Rencananya saya mau wawancara karena melihat ada banyak motor. Mereka terlihat memabwa gas dari Malaysia dan gula rafinasi. Sempat ada kecurigaan memang waktu itu kalau mereka membawa juga barang terlarang. Namun saya dicegah oleh salah satu orang. Padahal saya penasaran dan bermaksud bertanya. Akhirnya tidak jadi,” ceritanya.

Selain memfokuskan isu-isu perbatasan, media ini juga mengamban amanah untuk menjaga kesatuan dan persatuan lewat pemberitaan yang tidak memecah belah. 

“NKRI itu kan terdiri dari banyak etnis, memang muatan-muatan kami itu yang mengarahkan jiwa nasionalisme, penguatan Pancasila, dan bagaimana NKRI ini harus utuh,” jelasnya.

Tema-tema keindonesiaan yang terus diangkat oleh media ini diharapkan dapat mempersatukan Indonesia, serta menumbuhkan semangat kecintaan terhadap negeri. Semangat itu, tidak hanya bagi mereka yang berada di batas negeri, namun bagi semua yang menginjakkan kaki di bumi ibu pertiwi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, keberadaan RRI harus terus dijaga. Adapun untuk menjaga eksistensi stasiun radio milik pemerintah ini, RRI kini telah bertransformasi dalam bentuk yang lain. Tidak cukup hanya menghadirkan siaran melalui radio saja, sekarang sudah ada RRI Streaming, dan RRI Play.(*)

Berita Terkait