Dari Musyawarah Wilayah PBMI Kalbar

Dari Musyawarah Wilayah PBMI Kalbar

  Kamis, 21 March 2019 09:58
UPGRADE PELAYANAN: Diskusi bersama sejumlah stakeholders yang digelar Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (PBMI) dalam musyawarah wilayah III Kalbar, kemarin. ISTIMEWA

Berita Terkait

Pelayanan Bongkar Muat Berbasis Online

 

PONTIANAK - Pelayanan jasa bongkar muat di Kalimantan Barat ke depan bakal berbasis online. Wacana itu dibahas saat pelaksanaan Musyawarah Wilayah III Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia Kalimantan Barat, di Hotel Golden Tulip Rabu (20/3). "Sekarang eranya digitalisasi. Maksud digitalisasi itu perpaduan teknologi informasi berbasis online," kata ketua panitia pelaksanaan Muswil III Asosiasi PBMI Kalbar, Fophin.

Saat ini di Pelindo dan Syahbandar sudah menerapkan sistem online. Ke depan Perusahaan Bongkar Muat juga mesti menerapkan sistem yang sama. Sebagai gambarannya, aplikasi sistem online bongkar muat bakal sama seperti jasa transportasi online yang saat ini tengah digandrungi masyarakat. Dengan memiliki aplikasi tersebut, maka jasa pelayanan bongkar muat ke depan semakin mudah. "Cukup menggunakan smartphone atau laptop pelayanan bisa dilakukan dengan cepat," ungkapnya.

Karena itu, mulai saat ini Perusahaan Bongkar Muat mesti mempersiapkan diri di era digitalisasi ini. Apalagi saat ini biaya logistik begitu tinggi. Memang tol laut dan sistem inaport net sudah ada. Namun itu tidak dibarengi dengan infrastruktur yang ada. Alhasil ketika kapal sampai dermaga tempat bongkar muatnya justru tak mendukung.

Perusahaan Bongkar Muat, lanjut dia juga mesti melakukan inovasi. Seperti perbaikan SDM mulai dari sertifikasi tenaga supervisi, miliki peralatan baik, dan tenaga bongkar muat yang cakap.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perhubungan Kalbar, Manto memandang pelaksanaan Muswil III APBM Kalbar begitu positif. Mereka (perusahaan bongkar muat) miliki peran penting dalam efisiensi logistik masuk dan keluar dari dan ke Kalbar, khususnya pelabuhan.

Pesan dia pada pelaku perusahaan bongkar muat agar mengikuti perkembangan informasi agar tidak ketinggalan dan tak kalah dengan bongkar muat di negara tetangga. Untuk menuju ke sana dibutuhkan sinergitas dari semua pihak. Utamanya Pelindo dan KSOP mesti bisa menjembatani pelaku bongkar muat ini. Jika semuanya bersinergi, dirasa dia ke depan bongkar muat pelabuhan di Kalbar bisa semakin baik. (iza)

Berita Terkait