Dari Menjadi Penjaga Toko Amal, Sampai Penelepon Bingo

Dari Menjadi Penjaga Toko Amal, Sampai Penelepon Bingo

  Senin, 21 March 2016 09:25

Berita Terkait

Tidak semua pemain Leicester City fokus dengan mengejar gelar juara Premier League. Danny Simpson salah satunya. Fokus Simpson pecah menjadi dua, antara menjaga lini pertahanan The Foxes – julukan Leicester, dengan melakoni 300 jam kerja sosialnya. Bagaimana ceritanya?

---
LAMBORGHINI hitam terparkir di parkiran milik toko amal Bluebell, yang terletak di Monton, Greater Manchester. Parkiran itu memang khusus untuk customer. Tetapi tidak untuk mobil Lamborghini tersebut. Mobil mewah bernilai GBP 200 ribu (Rp 3,7 miliar) itu milik salah satu karyawan di toko tersebut. 

Lho kok bisa? Bukan karyawan biasa, karena karyawannya adalah mantan bek Manchester United yang sekarang menjadi kekuatan utama di balik kejutan Leicester City di Premier League, Danny Simpson. Bukan karena gaji GBP 12 ribu (Rp 227 juta) per pekannya di Leicester kurang. 

Simpson harus bekerja sosial sebagai akibat dari tindakannya yang menganiaya Stephanie Ward – mantan kekasihnya – pada perayaan Natal 2014 silam. Akibatnya, di bulan Juni tahun lalu pengadilan Manchester Magistrates meminta Simpson untuk kerja sosial selama 300 jam tanpa digaji sebagai hukumannya.

Hukuman itu untuk mengganti potensi enam bulan kurungan penjara. Selain itu, Simpson juga harus membayar GBP 900 (Rp 17 juta) untuk denda administrasinya. The Times berkesempatan untuk mewawancarai bek kanan yang sudah tampil sebanyak 23 laga Premier League bersama Leicester itu.

Dalam pernyataannya, Simpson tidak merasa menjalani hukuman itu dengan rasa terpaksa. Sebaliknya dia merasa inilah waktu baginya untuk menunjukkan jiwa sosialnya. ’’Tahu sendiri kan bagaimana kehidupan di sepak bola,  bangun tidur, berangkat latihan, lalu pulang, begitu setiap harinya. Tapi ini (kerja sosial) mengubah itu semua,’’ ucapnya.

Karena hukuman diberikan Pengadilan Manchester, maka Simpson pun melakoni semua pekerjaan sosial itu di kota tempatnya menimba ilmu sepak bola tersebut. Saat dia kerja sosial, Simpson pun mesti menempuh perjalanan 120 kilometer pulang pergi antara Leicester dan Manchester. 

Simpson tidak membayangkan hari-hari seperti ini mampir kepadanya. ’’Biasanya kalau sedang off latihan, saya pasti free. Kalau sudah seperti itu yang saya lakukan hanya bermalas-malasan, mungkin dengan bermain game FIFA. Kalaupun beraktivitas, belanja menjadi kegiatan saya,’’ tuturnya. 

’’Dan itu semuanya sudah berbeda. Saya bisa berada di toko amal selama delapan jam setiap harinya. Mengambilkan tas-tas yang berisi pakaian, menyeterika pakaian, lalu menempatkannya di gantungan. Biasanya yang datang ke sini pasti terkejut melihat saya, dan mengajak ngobrol tentang sepak bola,’’ kisah pemain yang hanya bermain tiga laga di United dalam kurun waktu 2006 sampai 2010 itu.

Simpson tidak menghabiskan 300 jam kerja sosialnya tersebut hanya di Bluebell. Simpson juga pernah bekerja sebagai penelepon Bingo, sebuah layanan permainan di dunia maya. Tugasnya adalah memandu para pengguna layanan tersebut untuk bermain Bingo.

Menjadi penelepon Bingo ini dijalani Simpson Februari lalu. Diakuinya, menjadi penelepon Bingo yang memaksanya untuk kuat melek. ’’Saya menyebutnya pekerjaaan si pembuka mata besar. Saya memang tidak setiap hari bekerja, hanya dua kali seminggu,’’ ungkapnya. 

Yang tidak pernah dia lupakan adalah ketika dia bekerja untuk sebuah yayasan yang menangani orang-orang dengan keterbelakangan mental. ’’Menjaga mereka, lalu bermain bingo dengannya, atau mungkin puzzle. Kemudian membuatkan secangkir teh bagi mereka, dan mengantarnya ke toilet,’’ kenangnya. 

Belum diketahui masih kurang berapa jam lagi kerja sosial yang harus dilakukan pemain bernomor punggung 17 itu. Akan tetapi, dengan pengalaman-pengalamannya dalam 300 kerja sosial itu akan sangat membantu Simpson dalam berperilaku. Setidaknya agar dia tidak lagi mendapatkan kartu merah. 

Musim ini, hanya Simpson pemain Leicester yang mengoleksi kartu merah di Premier League. Selain satu kartu merah, Simpson juga termasuk top three pemain yang mendapatkan kartu kuning terbanyak sepanjang musim. Total empat kartu kuning, dia hanya kalah dari Robert Huth dan Jamie Vardy yang mengantongi tujuh dan lima kartu kuning. (ren)

Berita Terkait