Dari Mantan Bupati, Legislator Senayan, hingga Menteri Desa‎

Dari Mantan Bupati, Legislator Senayan, hingga Menteri Desa‎

  Minggu, 18 March 2018 08:30
PENYERAHAN GELAR: Pangeran Ratu M Tarhan memberikan gelar dan penghargaan kepada Menteri Desa Eko Putro Sandjojo dan sejumlah tokoh, kemarin (17/3). FAHROZI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Pangeran Ratu Kesultanan Sambas Serahkan Gelar Kekerabatan

Pangeran Ratu Muhammad Tarhan, ahli waris Istana Alwatzikhoebillah Sambas memberikan gelar kerabat Kesultanan Sambas kepada sejumlah tokoh. Tokoh-tokoh tersebut adalah Eko Putro Sundjojo, Daniel Johan, serta Juliarti Djuhardi Alwi, Sabtu (17/3) di halaman Istana Alwatzikhoebillah Sambas.

FAHROZI, Sambas

Perlu diketahui, ketiga tokoh penerima gelar tersebut bukan orang sembarangan. Mereka adalah Eko Putro Sundjojo, menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Daniel Johan, anggota DPR RI; serta Juliarti Djuhardi Alwi, mantan Bupati Sambas.

Pihak Kesultanan Sambas yang diwakili Uray Reza Fahmi, mengatakan, sesuai amanat dari Pangeran Ratu Muhammad Tarhan, pihak Kesultanan Sambas memberikan penghargaan kepada Juliarti Djuhardi Alwi, karena dianggap pernah berjasa membangun Sambas. "Kepada Juliarti Djuhardi Alwi, pihak Kesultanan Sambas memberikan gelar Datin Sri Utama Negeri," kata Uray Reza Fahmi.

Bupati Sambas periode 2011 – 2016 tersebut, selama ini juga dianggap membantu pihak Istana dalam melestarikan budaya dan sejarah Sambas. Kemudian pihak Keraton Sambas juga memberikan penghargaan berupa bintang kekerabatan Istana kepada Eko Putro Sundjojo serta Daniel Johan. "Anugerah ini diberikan kesultanan Sambas karena keduanya sebagai tanda suka pihak Kesultanan Sambas, karena telah berkunjung dan bersilaturahmi ke Istana Sambas," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Reza juga menyampaikan terima kasih, lantaran Menteri Desa akan memberikan beasiswa kepada Pangeran Ratu M Tarhan untuk kulias S2 di Belanda. "Pak Menteri, juga akan memberikan beasiswa kepada Pangeran Ratu M Tarhan untuk S2 di Belanda, saat ini Pangeran sedang dalam penyelesaian kuliah S1, dan nantinya bisa melanjutkan kuliah ke S2 di Belanda," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Reza juga menegaskan Istana Sambas, adalah payung negeri. Sehingga sebagai payung negeri, akan menerima silaturahmi dari pihak manapun, dan itu jangan sampai dipelintirkan.

Pangeran Ratu M Tarhan menyampaikan siapa pun bisa bersilaturahmi ke Istana Sambas. "Saya akan membuka pintu Istana bagi siapapun yang ingin bersilaturahmi. asalkan tujuan silaturahmi adalah baik," kata Pangeran Ratu.

Atas penghargaan yang diterima tersebut, anggota DPR-RI, Daniel Johan menyampaikan terima kasih. Dan apa yang diberikan pihak Istana Sambas tersebut akan dijaga dia dengan sebaik-baiknya. "Kami secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada pihak Istana atas penghargaan yang diberikan, dan ini akan kami jaga sampai mati," katanya.

Hal sama juga disampaikan Juliarti Djuhardi Alwi, mantan Bupati Sambas. Dirinya menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Kesultanan Sambas atas gelar yang diberikan kepadanya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sundjojo juga mengucapkan terima kasih atas gelar yang diberikan kepada dirinya. Sang Menteri juga berharap Sambas memiliki budaya leluhur yakni keraton, ini wajib untuk dilestarikan. "Selain menjadi budaya leluhur sebagai identitas Sambas, diharapkan juga bisa menjadi potensi pariwisata kreatif," katanya.

Kegiatan pemberian gelar kerabat Kesultanan Sambas, dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Bupati Sambas, Wakil Bupati Sambas, Kapolres Sambas, pihak DPRD Kabupaten Sambas, serta sejumlah tamu undangan baik dari Sambas, Provinsi Kalbar, dan tamu undangan lainnya.

Saat tiba di Keraton, sejumlah kegiatan penyambutan dilaksanakan. Mulai dengan tabur beras kuning, pencak silat, hingga pemberian tanjak dan selendang sebagai ucapan selamat datang ke Keraton Sambas. (*)

Berita Terkait