Dari Festival Budaya Pamole’ Beo Banuaka Tamambaloh

Dari Festival Budaya Pamole’ Beo Banuaka Tamambaloh

  Selasa, 10 July 2018 10:00
FESTIVAL: Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero memukul kangkuang tanda dibukanya Festival Budaya Pamole’ Beo Banuaka Tamambaloh, Kecamatan Embaloh Hulu, Minggu (8/7). MUSTA'AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dukung Peningkatan Pariwisata dan Budaya Masyarakat

Festival Budaya Pamole’ Beo Dayak Banuaka Tamambaloh, Kecamatan Embaloh Hulu, resmi digelar Minggu (8/7). Kegiatan tersebut dibuka langsung Wakil bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero.

------------

WABUP menyampaikan festival Pamole Beo Dayak Banuaka Tamambaloh ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan, karena kegiatan tersebut merupakan ajang untuk pelestarian adat dan budaya masyarakat setempat. “Pamole’ Beo hari ini harus menjadi agenda tahunan, dan tetap dilanjutkan di tahun – tahun akan datang,” ungkap Wabup.

Selain itu Wabup berharap kegiatan tersebut juga akan menarik banyak tamu, bukan hanya dari wilayah kecamatan Embaloh Hulu, tetapi dari daerah lainnya. Oleh karenanya, Wabup berpesan agar setiap rangkaian kegiatan bisa dikemas secara baik.

“Kedepan banyak tamu datang atau berkunjung menyaksikan festival Pamole’ Beo ini. Hendaknya kegiatan ini di lakukan bersama–sama, agar nanti hasilnya maksimal dan bermanfaat untuk kita, khususnya suku Tamambaloh,” pesan Wabup.

Lebih lanjut Wabup mengungkapkan, digelarnya festival Pamole’ Beo itu menunjukan bahwa eksistensi suku Dayak Banuaka Tamambaloh masih terpelihara dengan baik, oleh karena itu gunakanlah terus sebagai media perekat persatuan dan jalin silaturahmi antarseluruh warga Kecamatan Embaloh Hulu. 

Ditambahkan Wabup, kegiatan ini juga sekaligus sebagai pendukung peningkatan pariwisata dan budaya masyarakat, apalagi suku Banuaka ini terletak di kawasan TNBKDS yang merupakan ikon kabupaten Kapuas Hulu. Maka diharapkan bisa berdampak pula terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan pengetahuan akan budaya. 

“Ciri khas ini hanya ada di Kapuas Hulu, khususnya ada di suku Tamanbaloh. Setidaknya kedepan panitia dan dinas terkait terus mendukung kegiatan festival ini, bahkan dianggarkan melalui dana APBD,” pungkas Wabup.

Ketua panitia kegiatan Sargito mengatakan, festival budaya Pamole’ Beo menjadi suatu kegiatan yang selalu dinantikan masyarakat. Sargito menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan masyarakat dan semua pihak, sehingga pembukaan kegiatan berjalan lancar.

“Masyakat bangga dan senang menghadiri pembukaan festival budaya Pamole’ Beo. Ini membuktikan budaya masih tetap eksis di Kapuas Hulu,” ucapnya.

Lebih lanjut Sargito menjelaskan, tujuan diselenggarakannya festival budaya Pamole’ Beo untuk pelestarian adat dan budaya, serta sebagai sarana memperkenalkan budaya tersebut kepada masyarakat luas.

“Dengan demikian akan berdampak pula terhadap peningkatan wisata budaya, yang bisa menciptakan peluang usaha dan peningkatan ekonomi masyarakat di daerah, khususnya suku Tamambaloh,” kata Sargito.

Dikesempatan yang sama, ketua Ikatan Suku Tamambaloh Yanto SP menjelaskan, Pamelo’ Beo merupakan acara adat budaya suku Tamambaloh di kecamatan Embaloh Hulu. Kegiatan tersebut diadakan setiap tahun. “Bahkan sebelum RI merdeka, sebelum TNBKDS hadir 32 tahun di tengah–tengah masyarakat,” tegas Yanto.

Festival budaya Pamole’ Beo dimeriahkan kontingen yang berasal dari desa–desa di kecamatan Embaloh Hulu. Sebelumnya, Wabup beserta rombongan disambut dengan perahu Tambe di sungai Embaloh menuju podium utama kegiatan sambil disambut dengan acara adat Sisialo.

Wabup hadir didampingi istri Silvia Anton Pamero, hadir juga anggota DPRD Kapuas Hulu Budiarjo, kemudian Stepanus dan Yanto SP yang merupakan putra daerah Tamambaloh, jajaran OPD dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu serta unsur Muspika kecamatan Embaloh Hulu dan tamu undangan lainnya. (aan)

Berita Terkait