Dampak Ekonomi dari Aksi 22 Mei

Dampak Ekonomi dari Aksi 22 Mei

  Jumat, 24 May 2019 11:56
BERDAMPAK: Kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei di Slipi, kemarin

Berita Terkait

JAKARTA - Kerusuhan di Jakarta pada 21-22 Mei 2019 di Jakarta memiliki dampak negatif terhadap perekonomian Indonesia.Ekonom Center of Reform on Economics (CoRE) Piter Abdullah pun berharap situasi panas segera mereda.

Dengan demikian, investor bisa kembali percaya untuk berinvestasi di Indonesia.”Dampak negatifnya akan besar apabila kondisi ini berlarut-larut. Keyakinan investor bakal semakin tergerus, rupiah dan IHSG akan makin terpuruk,” ungkap Piter, kemarin (22/5).

Dalam jangka pendek, lanjut Piter, kerusuhan politik mengakibatkan terhentinya kegiatan ekonomi warga yang terdampak.Beberapa toko dan kantor terpaksa tutup atau memulangkan karyawannya lebih awal.Padahal, menjelang Lebaran biasanya permintaan dan produksi justru cenderung naik. 

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani menyebutkan, gejolak politik yang memanas berpengaruh terhadap outlook ekonomi sepanjang 2019. Menurut dia, investor kembali wait and see untuk menanamkan dananya sehingga sektor riil kembali lemah. ”Risiko politik yang meningkat membuat persepsi investor menurun,” ujar Shinta.

Selain itu, ada potensi pelaku industri untuk menahan produksi karena konsumen menahan belanja sehingga produknya tidak terjual optimal.”Investor, khususnya asing, masih melakukan posisi hold atau menahan realisasi investasi langsung,” tambahnya.

Shinta menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini saja cukup berat karena dihadapkan pada ketidakpastian global. ”Kami mengharapkan janganlah ini berkepanjangan,” katanya. (jpnn)

Berita Terkait