Dahsyatnya Silaturahmi

Dahsyatnya Silaturahmi

Jumat, 25 January 2019 09:02   308

Allah SWT memerintahkan  untuk menyambung tali silaturahmi dan menyandingkannya dengan perintah untuk bertaqwa kepada Nya. Ini menunjukkan betapa besar dan pentingnya kedudukan silaturahmi dalam syariat Islam. Selain memenuhi perintah Allah, menyambung tali silaturahmi juga sebagai bentuk menunaikan hak kekerabatan . Sehingga, setiap muslim memiliki kewajiban untuk menyambungnya. Di balik perintah menyambung tali silaturahmi ini, Allah telah menjanjikan berbagai hikmah dan manfaat yang bakal dirasakan oleh pelakunya, baik ketika di dunia di alam kubur maupun di akhirat kelak. Penyambung tali silaturahmi akan dilapangkan rezekinya, dipanjangkan usianya, terhindar dari su’ul khatimah, terhindar dari kefakiran, dan puncaknya akan dimasukkan ke dalam surga.

Silaturahmi adalah wasiat Rasulullah SAW. Apakah menganjurkan manusia agar menyambung tali silaturahmi termasuk dakwah? Diriwayatkan dari Jabir RA, ia berkata, “Rasulullah SAW  berkhutbah, dan beliau menganjurkan agar menyambung tali siaturrahmi.” 

Nabi SAW bersabda, “Bertaqwalah kepada Allah dan sambunglah silaturahmi.” 

Beliau juga berwasiat, “Berkatalah yang baik, sebar luaskanlah salam, sambunglah silaturahmi, dan salatlah malam saat manusia tidur, niscaya kamu akan masuk surga dengan selamat.” 

Diriwiyatakan dari Abu Dzar RA, ia berkata, “Kekasihku, Rasulullah SAW mewasiatkan kepadaku beberapa sifat kebaikan, mewasiatkan padaku agar aku tidak melihat pada orang yang di atasku dan agar aku melihat pada orang yang di bawahku. Beliau berwasiat padaku agar mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka. Dia berwasiat kepadaku agar menyambung tali kekeluargaanku.” Beliau SAW juga berwasiat agar menyambung tali silaturahmi dalam setiap khutbah dengan membaca fiman Alllah Ta’ala. “Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesunggunya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisa 1).

Terkait silaturahmi, Rasul SAW bersabda, “Tahukah kalian tentang sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan ataupun keburukan? Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan adalah balasan orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan.” (HR.Ibnu Majah). 

Rasul SAW bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan amalan  yang lebih besar pahalanya dari pada salat dan saum?”

Maka para sahabatpun menjawab, “Tentu, ya Rasulullah!”  Beliau kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan tali persaudaraan di antara mereka. Semua ini adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, maka hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi.” (HR.Bukhari dan Muslim).

Begitu pentingnya silaturahmi itu, Rasul SAW bersabda, “Sesungguhnya rahmat Allah tidak akan turun kepada suatu kaum yang di dalamnya ada orang yang memutuskan tali persaudaraan.” 

Dalam sebuah hadis yang populer yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA , Rasulullah SAW bersabda, “Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, sebab prasangka itu sedusta-dusta cerita. Jangan pula kalian menyelidiki ,memata-matai, dan menjerumuskan orang lain. Dan janganlah kalian saling hasud, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR.Bukhari Muslim).

Bagaimana mungkin hidup akan tenang, kalau di dalam hati masih saja tersimpan kebencian dan rasa permusuhan. Perhatikan ke keluarga, kaum yang paling kecil dalam masyarakat. Bila di dalamnya ada beberapa orang saja yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, apalagi kalau di belakang  sudah saling menohok dan memfitnah, maka rahmat Allah akan dijauhkan dari rumah tersebut. Dalam skala yang lebih luas, dalam lingkup sebuah Negara. Bila di dalamnya sudah ada kelompok yang saling jegal, saling fitnah, atau saling menjauhan, maka dikhawatirkan  bangsa tersebut akan semakin jauh dari rahmat Allah. Jadi, silaturahmi adalah salah satu kunci terbukanya  rahmat dan pertolongan Allah Azza wa jalla. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Silaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan silaturahmi itu adalah menyambung apa yang telah putus.” (HR.Bukhari). Wallahu’alam. **

**Catatan Redaksi

Tulisan ini dikirim oleh Ustaz Uti Konsen sebelum almarhum berpulang ke Rahmatullah. Artikel ini adalah salah satu dari beberapa tulisan terakhir yang almarhum kirim.

Uti Konsen