Dahlan Iskan Ikut Tax Amnesty

Dahlan Iskan Ikut Tax Amnesty

  Sabtu, 1 Oktober 2016 09:44

Berita Terkait

SURABAYA - Hari terakhir program pengampunan pajak (tax amnesty) periode 1 kemarin (30/9) dimanfaatkan sejumlah pengusaha untuk mengurus pelaporan hartanya. Dahlan Iskan, Chairman Jawa Pos Group kemarin tampak hadir di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur (DJP Jatim) I di Surabaya. Dia datang bersama Dirut PT Jawa Pos Koran, Azrul Ananda dan Direktur Operasional PT Jawa Pos Koran Leak Kustiya.

 
 

Dahlan datang ke DJP Jatim I untuk menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH). Dengan begitu, surat keterangan mengikuti tax amnesty akan dia terima 10 hari mendatang sejak penyerahan SPH. Sementara uang tebusan sudah ia bayarkan beberapa hari yang lalu. "Dari awal, saya ingin menjadi yang pertama mengikuti program ini. Tapi saya masih di luar negeri, dan baru sampai tadi malam," katanya.

 

Tidak ada kendala berarti bagi Dahlan untuk mengikuti tax amnesty. Dia sendiri telah menunjuk stafnya untuk membantu menghitung harta dan menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. "Kendalanya ya hanya karena saya tidak di Surabaya saja. Kenapa baru sekarang (menyerahkan SPH), karena staf saya masih butuh waktu untuk menyiapkan semuanya," ujarnya.

 

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden SBY itu menuturkan, pelaporan harta seperti ini bukan hal baru bagi dirinya. Sebab sebelumnya dia sudah terbiasa melaporkan hartanya dengan jujur dan lengkap. Hanya, keikutsertaannya dalam tax amnesty ini dimaksudkan untuk memperbaiki kekurangan laporan yang ada, juga untuk menjadi contoh bagi masyarakat.

 

Sosok public figure, menurut Dahlan, memang sangat penting untuk dijadikan contoh soal ketaatan pajak. "Ini sebenarnya lebih banyak untuk menjadi contoh saja, dibandingkan harta yang saya laporkan. Ini seperti taubatan nasuha, yang meski ndak salah, tetap harus istighfar. Nah ini anggapannya seperti saya lagi beristighfar," gurau dia.

 

Dengan semakin banyaknya public figure dan pengusaha yang mengikuti tax amnesty, Dahlan yakin bahwa kepercayaan masyarakat dan dunia internasional akan meningkat. Menguatnya rupiah terhadap dollar AS (USD) dalam beberapa hari terakhir menjadi bukti, bahwa perekonomian Indonesia akan terus menguat jika tax amnesty berjalan dengan baik. Apalagi penguatan rupiah itu juga didorong oleh sentimen internal, terutama sejak beberapa pengusaha besar di Indonesia mengikuti program tax amnesty.

 

Sejauh ini, selain Dahlan, beberapa pengusaha yang telah mengikuti tax amnesty misalnya Franciscus Welirang, Alim Markus, Arifin Panigoro, Sandiaga Uno, Rosan P. Roeslani dan masih banyak lagi. Di DJP Jatim I sendiri, kemarin bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J. Gunawan juga menyerahkan SPH. "Ini sebenarnya sebagian saja dari harta yang saya laporkan, karena periode I ini terlalu mepet. Sisanya, masih akan saya ikutkan tax amnesty lagi di periode II," tutur mantan Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jatim itu.

 

Kepala DJP Jatim I Estu Budiarto mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi animo masyarakat terutama pengusaha di Surabaya yang mengikuti tax amnesty. Dia berharap hal ini menjadi sinyal bagus bagi kelancaran program tax amnesty ke depannya. "Saya ditantang Dirjen Pajak (Ken Dwijugeasteadi)," ucapnya. Yang dimaksud tantangan itu adalah mengumpulkan uang tebusan sebesar Rp 10 triliun. Estu pun yakin dapat mencapai angka tersebut.

 

Hingga kemarin pukul 12.45 WIB, uang tebusan yang terkumpul di DJP Jatim I sebesar Rp 7,82 triliun. SPH yang masuk sebanyak 25.054, dengan total deklarasi harta Rp 287,2 triliun. Deklarasi dalam negeri mencapai Rp192,42 triliun, sedangkan deklarasi luar negeri Rp 82,19 triliun. Sementara dana repatriasi tercatat sebesar Rp 12,59 triliun.

 

Periode II tax amnesty per hari ini (1/10) telah dimulai. Kata Estu, pelayanan tax amnesty di kantor pajak tetap buka, namun untuk akhir pekan ini tutup untuk sementara. "Besok (hari ini, red) layanan diliburkan dulu deh. Libur," tandasnya. (rin)

Berita Terkait