Daerah Tangkal Kelompok Radikal

Daerah Tangkal Kelompok Radikal

  Rabu, 16 May 2018 10:36

Berita Terkait

PUTUSSIBAU--Polres Kapuas Hulu menggelar tatap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para pemuda serta pelajar, Selasa (15/5). Pertemuan itu digelar dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kapuas Hulu.

Asisten I Setda Kapuas Hulu, Frans Leonardus yang hadir pada kesempatan itu mengatakan, kegiatan yang dimotori Polres sangat penting. Itu untuk menindaklanjuti dengan kejadian-kejadian yang mengejutkan. 

"Belakangan situasi banyak terjadi diluar kehendak, ini rawan dimanfaatkan oleh orang tertentu dan dapat memicu perpecahan," tegasnya.

Seperti kerusuhan Makobrimob yang ada korban. Kemudian kejadian Minggu pagi dimana terorisme libatkan satu keluarga, membawa anak-anaknya dalam aksi biadab (bom bunuh diri). "Kita harus tegas terhadap aksi terorisme, kita tidak takut. Mari kita nyatakan tolak terorisme, ini jadi semangat bagi aparat. Masyarakat dan aparat harus bersatu-padu menjaga NKRI, khususnya di Kapuas Hulu," ucap Frans Leonardus.

Hal terpenting lainnya, kata Asisten I adalah masyarakat harus hindari konten keras seperti aksi terorisme, sebab ini akan mempengaruhi emosi dan mindset individu. Terutama informasi dari berita hoax. 

"Ini bisa mengarahkan kita pada aksis tindakan terorisme, karena emosi pada konten yang tidak benar," ujarnya.

Negara Indonesia adalah negara Pancasila, ini harus menjadi pegangan setiap masyarakat. Pancasila adalah vondasi utama untuk menjaga NKRI. "Semoga dengan adanya pertemuan di Polres ini ini, kita terus komitmen membangkitkan semangat Pancasila tersebut," tuntasnya.

Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi, SIK, M.H menambahkan, kejadian dan perkembangan situasi global cukup banyak konflik. Ada dominasi negara eropa di timur tengah, terhadap kantong ISIS di suriah. Ada lagi perebutan sumberdaya laut cina selatan kemudian konflik Korea Selatan dan Korea Utara yang jadi pertahian Internasional.

"Kemudian masyarakat tentu monitor kejadian yang terjadi Makobrimob Polri. Dari ini muncul tindakan bom bunuh diri berentet di Surabaya," ujarnya.

Kejadian bom tersebut jangan dikaitkan dengan agama, ini sangat rentan. Semua tahu tidak ada agama yang menghendaki permusuhan, saling membunuh dan menyerang. "Kita harus terima situasi ini dengan saling bahu membahu dan bekerjasama mengantisipasi ssgala kejadian di daerah kita. Ketika ada permasalahan harus dicegah secepat mungkin, agar kamtibmas kondusif, jangan biarkan," tegas Kapolres.

Saat ini sel teroris ada di berbagai daerah. Ada 500an lebih warga Indonesia ke Suria, 103 diabtaranya sudah meninggal di Suriah. Kemudian sisanya sudah kembali dan tersebar di seluruh Indonesia. "Kita jangan apatis Kapuas Hulu aman saja. Ini harus sama-sama diwaspadai sebab bom bunuh diri tidak ada obatnya," ucap Kapolres.

Kapolres juga menegaskan, tataran masyarakat di tingkat paling bawah, harus aktif memperhatikan lingkungan. Seperti adanya pekerja di perusahaan, pekerja tersebut bisa lintas pulau dan lintas daerah. Pekerja yang masuk harus diawasi bersama dari masyarakat. "Bentuk sistem keamanan yang efektif, agar orang keluar masuk bisa diawasi. Sehingga kita bisa deteksi hal yang buruk," imbaunya.

Kasdim 1206/Psb, Mayor Arm Hadi Sutrisno, menuturkan, TNI selalu mengajak seluru tokoh dan generasi muda untuk menangkal permasalahan yang ada, termasuk terorisme. Cara mengatasinya adalah masyarakat harus membangun persatuan dan kesatuan. "NKRI harga mati jangan sekedar selogan," ucap Kasdim.

Kasdim memaparkan, Indonesia secara geografisnya dan demografis sangat menggiurkan bangsa lain. Kekayaan alamnya Indonesia jadi daya tarik. Maka tentu ada berbagai cara untuk menguasai, salah satunya gunakan proxywar. Ini gunakan pihak ketiga, melalui ideologi, politik, ekonomi dan lainnya. 

"Maka itu bangsa ini harus hati-hati," pesan Kasdim.

Kasdim menghimbau pada seluruh pihak, agar selalu kerjasama diseluruh bidang, terutama keamanan daerah. Mulai dari tingkat desa, bahkan RT dan RW harus ikut mengawasi lingkungan sekitar. "Lakukan cegah dini, kita cegah kelompok radikal yang mau kacau negara kita," tuntasnya.

Dukung Polri 

Menyikapi perkembangan pemberitaan di berbagai media soal aksi terorisme di tanah air, warga serentak melaksanakan aksi simpatik dengna membubuhkan tanda tangan sebagai bukti untuk melawan terorisme.

Salah satunya dilakukan polsek mandor salah satunya dengan membuat spanduk dukungan kepada POLRI memberantas terorisme serta ucapan turut berduka cita atas meninggalnya personil polri dalam melaksanakan tugas memberantas aksi terorisme. Selasa siang (15/5) Bhabinkamtimas Desa Ngarak Bripka Yakob memasang spanduk dukungan masyarakat terhadap POLRI dalam memberantas aksi terorisme di pasar desa ngarak. "Sangat terlihat jelas antusias warga ketika spanduk terpasang satu persatu warga datang dan langsung membubuhkan tanda tangan di spanduk," ujar yakob.

Dukungan dan kepedulian yang Ditunjukan masyarakat desa ngarak ini merupakan aksi Spontanitas warga untuk mendukungan POLRI agar aksi teror di Indonesia dapat diberantas sehingga terjaganya Keutuhan NKRI. 

"Dukungan dan peran serta masyarakat dalam memberikan informasi informasi sangatlah penting agar dapat mencegah aksi terorisme serta gangguan Kamtibmas lainnya dan saya berharap apabila ada hal hal yang mencurigakan segera melaporkan, jangan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum," ujarnya.

Warga Air Besar juga tak ketinggalan dalam aksi ini. Mereka bersama-sama mendatangi mako Polsek untuk membubuhkan tandatangannya sebagai dukungan kepada Polri. Sebagai wujud Belasungkawa dan dukungan kepada Polri salah satu tokoh masyarakat Ketua Dewan Adat Dayak Paulus dan Warga Kecamatan Air Besar dengan secara sadar membubuhkan tanda tangan untuk dukungan kepada Polri untuk memberantas segala bentuk terorisme, radikalisme dan paham-paham yang dapat memecah belah NKRI. 

Kapolsek Air Besar Iptu Elfis Satria Efdi menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua masyarakat Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak yang selalu mendukung kepolisian segala untuk menanggulangi segala bentuk gangguan Kamtibmas dan adanya paham radikalisme agar segera melapor kepada Pihak Kepolisian. 

"Agar bersama-sama kita menjaga Keutuhan NKRI, antisipasi tindak terorisme dan paham radikalisme jangan sampai terjadi di wilayah hukum Polsek Air Besar Polres Landak," tuturnya. (aan/mif)

Berita Terkait