Curhat pada Pacar Sahabat

Curhat pada Pacar Sahabat

  Sabtu, 3 September 2016 10:18

Setiap orang berusaha mencari teman yang tepat untuk menjadi tempat mencurahkan isi hati (curhat). Tak terkecuali pacar sahabat, terkadang bisa menjadi orang yang tepat untuk berkeluh kesah maupun menceritakan segala hal. Padahal, ada risiko yang harus siap dihadapi jika memilih pacar sahabat sebagai teman curhat. Salah satunya risiko untuk jatuh cinta padanya.

 

Oleh : Marsita Riandini

 

Banyak cara yang dilakukan orang untuk mencurahkan isi hatinya. Ada yang melalui tulisan, lagu, dan tak sedikit memilih bercerita pada orang lain. Tentu saja ada alasan ketika memilihnya sebagai tempat curhat.

Lantas, bagaimana jika teman yang asyik untuk diajak curhat dan berbagai cerita adalah pacar sahabat? Maria Nofaola, S.Psi., M.Psi., Cht., Psikolog mengatakan setiap orang boleh curhat pada siapa saja. Bisa bercerita dengan teman, rekan kerja, maupun pacarnya sahabat. Tetapi tetap ada pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum curhat. Terutama jika pacar sahabat itu adalah lawan jenis.

“Curhat pada pacarnya sahabat itu boleh saja. Tetapi tergantung juga nih, apakah keduanya sudah saling kenal atau belum. Aneh ya kalau baru saja kenal tiba-tiba curhat,” ujar psikolog di Rumah Sakit Sultan Syarif Muhammad Alkadrie ini.

Ada berbagai alasan memilih seseorang menjadi teman curhat terutama ketika masalah yang dihadapi berkaitan dengan pacar sahabat. Misalnya pacar Anda dan pacar sahabat Anda itu saling mengenal. Wajar saja bila Anda punya masalah dengan pacar dan bercerita ke pacar sahabat. Apalagi jika keduanya juga saling mengenal, teman satu kantor, dan sebagainya. 

“Dia curhat karena ingin tahu pacarnya itu tipe orang seperti apa, karena mereka saling kenal. Jadi wajar kalau dia nanya ke pacar sahabatnya itu,” kata Maria. 

Dari cerita sahabat juga bisa mempengaruhi seseorang untuk curhat. Biasanya dengan sahabat itu saling terbuka termasuk karakter pasangannya. Keinginan curhat muncul ketika si sahabat sering bercerita kalau pacarnya itu asyik diajak ngobrol, cerdas, suka memberikan masukan, dan sikapnya dewasa.

“Orang yang mencurahkan isi hatinya pada seseorang, biasanya karena dia berusaha mencari orang yang netral. Figur itu bisa siapa saja. Kebetulan dia menemukan figur itu di pacar sahabatnya itu,” jelas Maria.

Bisa pula profesi pacar sahabat yang menjadi alasannya kenapa dia nyaman curhat kepadanya. Dia mencontohkan bisa saja pacarnya sahabat itu seorang psikolog yang biasanya menjadi tempat curhat.

“Saya sendiri juga sering dicurhatin karena mereka tahu profesi saya ini psikolog,” paparnya.

Pada prosesnya, curhat dengan pacarnya sahabat juga berisiko. Bisa saja Anda yang jatuh hati padanya, atau dia yang suka pada Anda. Bahkan bukan tidak mungkin saling menyukai.

Cara membatasinya tergantung pribadi masing-masing orang. Sebab situasi dan kondisi yang dialami orang berbeda-beda.

“Selingkuh bisa saja terjadi. Biasanya yang begitu itu karena ada klik di hati. Dia merasa kok aku klik ya sama dia. Apalagi namanya orang klik dengan seseorang itu tidak pernah tahu, terjadi dengan sendirinya,” ujar Maria.

Maria menyatakan cinta itu diluar kendali. “Namanya perasaan siapa suka sama siapa, perasaan lebih kuat sama siapa itu misteri. Tetapi sebaiknya tidak terlalu terbawa suasana hati ketika asyiknya curhat timbul rasa suka,” katanya.

Ia menyarankan agar menghindari merusak relasi orang lain apalagi itu pacar sahabat sendiri. “Beda ceritanya ketika curhat, kemudian suka tetapi tetap menyimpannya di hati. Setahun kemudian ternyata sahabat dan pacarnya itu putus, lalu jadian sama Anda,” katanya. **