Cuaca Panas, Jangan Ada yang Bakar Lahan

Cuaca Panas, Jangan Ada yang Bakar Lahan

  Selasa, 26 March 2019 10:46
PEMADAMAN: Sejumlah anggota Manggala Agni Daops Ketapang Pondok Kerja Kayong Utara, berupaya memadamkan kebakaran lahan di lokasi transmigrasi Dusun Harapan Maju, tahun lalu. DOKUMEN

Berita Terkait

DONI, salah satu warga mengungkapkan, saat ini udara sudah mulai panas. Biasanya, menurut dia, berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, suasana seperti ini akan menyebabkan terjadinya kemarau cukup panjang. Namun yang sangat disayangkan dia, momen seperti itu kadang digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk membakar lahan.

"Ini sangat dikhawatirkan, cuaca belakangan ini sudah mulai panas. Jangankan siang hari, malam saja panas. Takutnya ada lagi orang-orang yang membakar lahan. Karena kejadian seprti itu sering terjadi dari tahun ke tahun," ungkapnya di Sukadana, Senin (25/3).

Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat, agar bersama-sama dapat menjaga alam yang ada. Dia meminta agar jangan membuka lahan dengan cara membakar. Karena, diingatkan dia, akan menimbulkan bahaya, satu di antaranya menimbulkan kabut asap.

"Mari rekan-rekan semua, jangan sampai ada yang membakar lahan, karena itu cukup berbahaya. Dapat menimbulkan kabut asap, dan menggnggu kelancaran aktivitas hari-hari," lanjutnya.  

Sementara, hal senada juga dikatakan Budi, warga lainnya. Selama ini kejadian kebakaran lahan dianggap dia seperti musiman. Setiap tahun, diungkapkan dia, selalu saja ada kejadian ini. Padahal, sambung dia, sanksinya sudah ada dan jelas dari pihak kepolisian. Hal ini, menurut dia harus benar-bener dikaji, kenapa setiap tahun selalu ada kebakaran lahan. Secara logika, diungkapkan dia, tidak mungkin ada api menyala sendiri kalau tidak dibakar.

"Mudah-mudahan saja warga yang dulu pernah membakar lahan dapat sadar. Tidak lagi menbuka lahan dengan cara membakar. Itu sangat berbahaya. Apa lagi dapat menggangu orang lain. Bisa saja menimbulkan penyakit," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres Kayong Utara AKBP Asep I. Rosadi berpesan kepada masyarakat, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Walaupun tak dipungkiri dia jika cara ini berbiaya murah juga terdapat unsur adat istiadat. 

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan agar jangan ada warga yang coba-coba sengaja membakar lahan. Pasalnya, ditegaskan dia bahwa hal tersebut telalah melanggar hukum.

“Tolong pesan saya kepada masyarakat, apa pun teorinya, apapun alasannya, harapan saya kepada masyarakat (agar lahan) jangan dibakar,” kata Kapolres ditemui usai menggelar apel gelar pasukan Persiapan Pengamanan Menghadapi Masa Kampanye Terbuka dan Pemungutan Suara Pemilu Tahun 2019 di Pantai Pulau Datok, Sukadana, kemarin (22/3) pagi. Kapolres berjanji akan gencar melakukan sosialisasi, mulai dari kebakaran lahan itu sendiri hingga dampaknya dan benturan aturan hukum. “Hal tersebut kita lakukan, (sehingga) diharapan masyarakat dapat sadar bahwa dengan cara membakar untuk membuka lahan merupakan hal yang salah,” jelas Asep.

Dipastikan dia, bilamana mereka menemukan warga yang melakukan pembakaran lahan, dengan bukti yang cukup, pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas. Mereka akan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku. “Kalau memang ada warga yang kita temukan dengan bukti yang cukup maka akan kita tindak tegas,” tandasnya.

Karena, menurut dia, terjadinya karhutla tersebut bisa saja karena alam. Namun, dia menambahkan, tidak menutup kemugkinan kejadian tersebut bisa disebabkan perilaku manusia yang melakukannya secara sengaja. Maka dari itu, ia berharap jangan coba-coba ada membakar lahan dengan cara sengaja. “Janganlah ada warga yang ingin coba-coba membakar. Tetapi kalau alam tidak bisa kita kendalikan. Maka dari itu, mari kita sama cegah jangan sampai terjadinya kebakaran lahan,” ajaknya. (dan)

Berita Terkait