Cuaca Masih Panas

Cuaca Masih Panas

  Selasa, 22 March 2016 09:59
Giri Darmoko

Berita Terkait

Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memprediksi hingga beberapa hari kedepan Kota Pontianak dan sekitarnya masih akan terjadi cuaca panas akibat badai tropis Emeraude yang terjadi di garis equator, tepatnya di Selatan Jawa dan Selatan Irian Jaya.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Giri Darmoko menerangkan Badai Emeraude  yang terjadi di Selatan Jawa dan Selatan Irian Jaya dengan kecepatan pusaran angin dan tekanan udara 988 dan kecepatan pusatan 55 knot. “Akibat hal itu, cuaca panas yang terjadi di Kalbar antara 32 sampai 35 derajat Celcius dan merata pada beberapa daerah di Kalbar,” kata Giri Darmoko kepada wartawan, Senin (21/3).

Jika badai tropis itu sudah melemah, maka panasnya juga akan berkurang dan hujan akan kembali. Dia menjelaskan, badai tropis itu terjadi sejak tanggal 19 Maret dan diprediksikan akan terjadi sampai 25 mendatang. Akibat cuaca panas itu, pihaknya telah memantau empat titik api yang berada pada beberapa daerah Kalimantan Barat.

Empat titik yang terpantau BMKG Supadio berdasarkan pantauan satelit Modis Senin (21/3) yaitu di daerah Ketapang satu titik api, Mempawah satu titik api dan kota Singkawang dua titik api. “Dalam satu pekan ini diprediksikan curah hujan akan berkurang dan akan lebih didominasi oleh cuaca panas,” ungkapnya.

Giri menerangkan, badai tropis Emeraude itu mengakibatkan gelombang panas yang berimbas ke Kalbar, dimana arus udara panas itu dibawa oleh angin. Dan biasanya hal ini akan terjadi sampai dua atau tiga hari ke depan.  “Cuaca panas yang terjadi di Kalbar ini juga terjadi akibat titik kulminasi yang akan berlangsung di Pontianak pada tanggal 23 September, dimana matahari berada tepat diatas garis equator yang mengakibatkan cuaca panas,” ucapnya.   

Karena dalam satu pekan ini akan terjadi cuaca panas, diharapkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena itu akan memperburuk situasi.  “Terlebih apda bulan Maret dan April ini merupakan bulan peralihan cuaca dari hujan ke panas, sehingga kita imbau masyarakat jangan membakar lahan,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait