Costa Sudah Bisa Tersenyum

Costa Sudah Bisa Tersenyum

  Rabu, 7 September 2016 09:30
GOL: Pemain Spanyol Diego Costa (tengah) berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol melawan Liechtenstein di stadion Reyno de Leon (5/9). MIGUEL RIOPA / AFP

Berita Terkait

LEON – 2016 ini, Diego Costa benar-benar merasakan tekanan batin yang luar biasa. Semua dimulai pada 17 Mei ketika entrenador timnas Spanyol, Vicente del Bosque, tidak memasukkan namanya ke dalam skuad final untuk Euro Prancis musim panas lalu.

 

”Kami tidak ingin membawa banyak pemain yang meragukan dalam hal kondisi fisiknya,” kata Del Bosque kala itu dilansir oleh BBC.

Kegetiran Costa tidak berhenti sampai disitu. Sebab, meski di era Julen Lopetegui dia kembali mendapat panggilan La Furia Roja, sebutan Spanyol, Costa tetap mendapat cibiran yang menyesakkan dada.

Itu setelah dia gagal menyarangkan satu gol pun saat Spanyol menang 2-0 dari Belgia di pertandingan persahabatan di Brussels (2/8).

Tidak hanya mendapat cibiran dari fans, eks bomber Atletico Madrid itu juga disengat habis-habisan dari media. Kondisi yang membuatnya sempat merasa begitu marah. ”Jika aku bermain bagi Real Madrid maupun Barcelona, mungkin kalian bakal mengatakan aku bermain bagus meski kenyataannya tidak,” cibir Costa seperti dikutip ESPN.

Namun, dinihari kemarin (6/8), Costa akhirnya bisa menyunggingkan senyumnya meski simpul. Sebab, dia berhasil menyarangkan dua gol ketika Spanyol membantai Lichtenstein 8-0 pada laga perdana kualifikasi Piala Dunia Rusia 2018 di Estadio Reino de Leon.

Gol yang dicetak di menit 10 dan 66 tidak hanya mengkhiri masa paceklik sejak gol perdananya ke gawang Luxembourg pada kualifikasi Euro, 12 Oktober 2014 silam. Namun, raihannya juga membungkam kritik bahwa penyerang 27 tahun tersebut tidak cocok dengan gaya bermain Spanyol. Selain itu, gol tersebut membuat Costa berada di jajaran pemain yang mencetak dua gol bagi Spanyol lewat sundulan.

Media Inggris seperti The Sun mengulas bagaimana kecemerlangan Costa saat menorehkan gol kedua ke gawang Peter Jehle.

”Costa mengombinasikan otak dengan keluwesan sebelum kemudian mencatatkan namanya kembali di papan skor,” ujar The Sun dalam tulisannya.

Seusai pertandingan, Costa mengatakan sangat senang karena akhirnya masa-masa sulitnya bisa segera berakhir. ”Aku tahu bahwa gol ini akan datang,” kata Costa seperti dilansir oleh ESPN.

Pemain yang sempat mendapat dua caps ketika memperkuat timnas Brasil tiga tahun silam itu menjelaskan, dia berusaha memahami kritik yang selama ini dialamatkan kepadanya bahwa itulah yang diminta kepada fans tim nasional.

”Saat itu, aku merasa lebih banyak terlibat dalam pertandingan,” papar Costa. ”Aku berterima kasih kepada pelatih dan seluruh rekan-rekanku. Mereka selalu mendukung dan tidak membiarkanku terpuruk,” ujarnya.

Pujian pun dilayangkan kepada striker yang pernah memperkuat Real Valladolid, Celta Vigo, maupun Albacete tersebut. Salah satunya dari mantan rekan setimnya di Atletico, Koke.

Gelandang yang meraih Copa del Rey dan La Liga di musim 2013-2014 itu mengatakan Costa telah begitu tajam saat ini. ”Aku harap bisa melihatnya kembali menjadi Costa saat di Atletico dulu,” cetus Koke kepada Daily Mirror. ”Pastinya hal ini bakal membahagiakan bagi Spanyol,” imbuhnya.

Lopetegui sendiri mengatakan secara tidak langsung bahwa keputusannya memanggil kembali Costa terbilang tepat.

”Pada akhirnya, pemain-lah yang memegang masa depannya sendiri,” jelas Lopetegui seperti diiberitakan AS. ”Diego adalah pemain yang fantastis,” tambahnya.

Lebih lanjut, eks treinador FC Porto itu melanjutkan, kemenangan ini bakal menjadi modal yang sangat bagus ketika mereka bertandang ke Juventus Stadium dan menantang Italia pada partai kedua kualifikasi (7/10).

Lopetegui menyatakan, dia yakin Spanyol bisa mencuri poin dari Turin jika saja mempertahankan performa, terutama di babak pertama. ”Kami menunjukkan penampilan yang sangat bagus secara teknik. Kami berlari dan bermain dengan sangat sempurna,” ucap Lopetegui. (apu)

Berita Terkait