Ciptakan Aparatur Tangkas, Cerdas, Positif Thinking

Ciptakan Aparatur Tangkas, Cerdas, Positif Thinking

  Senin, 26 September 2016 09:41
PENDIDIKAN KARAKTER: Direktur Politeknik Negeri Ketapang Dr Ir Hj Nurmala MM (tengah) didampingi M Ridwan, salah satu narasumber beserta pegawai Politap, diabadikan bersama.

Berita Terkait

KETAPANG – Untuk meningkatkan tenaga pendidik dan pegawai yang profesional, Politeknik Negeri Ketapang (Politap) menggelar pelatihan pendidikan berkarakter. Para pesertanya adalah dosen, tenaga administrasi, dan instruktur, yang dilangsungkan di Aula Politap, 23 – 25 September lalu.

 
Pelatihan dengan tema: Sensitivity Training dalam Meningkatkan Kompetensi Pegawai Politeknik Negeri Ketapang untuk Mewujudkan Kinerja yang Bekualitas ini, dihadiri Direktur Politap Dr Ir Hj Nurmala MM serta para narasumber Prof Dr Mochamad Imamudin MM MSc dan M Ridwan.

Nurmala, direktur Politap, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan pendidikan karakter kepada seluruh pegawai tersebut dimaksudkan agar mereka semua dapat bekerja semakin tangkas, cerdas, tercipta kerjasama antarpersonal yang baik, dan tentu saja dapat selalu berpikir positif.  “Saya berharap seluruh pegawai harus mempunyai visi dan misi yang sama dengan kerja maksimal dan profesional dalam memajukan Politap," harapnya

Dirinya berpandangan bahwa seorang dosen tidak cukup hanya dengan lulusan akademik terbaik. Mereka, menurut dia, harus juga memiliki sikap mental dan disiplin, bertanggung jawab, serta jiwa untuk bekerja sama. Seorang dosen, menurut dia, harus memiliki peranan besar terhadap pembentukan karakter terhadap siswanya. Apalagi, diingatkan dia, saat ini perusahaan tidak lagi menuntut prestasi akedemik sebagai segalanya. Seorang sarjana, dikatakan dia, harus mempunyai sikap kedisiplinan, tanggung jawab, serta visi dan misi yang positif. “Setiap hasil pekerjaan akan dinilai oleh kementerian, sehingga jika para pegawai tidak bekerja secara maksimal, maka sangat disayangkan ke depannya bisa terjadi perampingan untuk pegawai yang kurang maksimal,” pesannya.

Sementara itu, M Ridwan salah satu narasumber kegiatan menjelaskan bahwa sensitivity training tersebut lebih diarahkan kepada pendidikan karakter, untuk mengetahui potensi manusia. Setiap manusia, menurut dia, mempunyai potensi dan karakter saat mereka masih bayi. Dikatakan dia, sesuai dengan revolusi mental yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo, di mana seluruh pegawai, khususnya bagi tenaga pendidik, harus diberikan pendidikan karakter yang positif. Sehingga, diharapkan dia, dengan pelatihan pendidikan ini, para pegawai atau tenaga pendidik bisa mengatur dan menyesuaikan segala susuatu yang berhubungan dengan tugasnya. “Mereka akan lebih dewasa dalam menyikapi sesuatu,” kata dia.

Dia mencontohkan, seorang dosen ketika menghadapi mahasiswa yang tidak disiplin, maka para pengajar tersebut harus paham bagaimana cara menghadapinya. Menurut dia, seorang dosen tidak perlu menggunakan  kekerasan. “Dalam pendidikan karakter, banyak indikator-indikator yang harus dipenuhi, seperti rasa tanggung jawab yang tinggi, memiliki jiwa kebersamaan dan kerjasama yang solid, serta mampu menyesuaikan dan menciptkan dengan kondisi lingkungannya yang positif,” ungkap mantan Ketua Himpunan Psikologi pertama untuk Wilayah Kalbar ini

Indra, salah satu dosen Teknik Pertambangan, mengapresiasi kegiatan senstivity training ini. Menurutnya, pendidikan karakter dapat membuat mereka lebih peka terhadap lingkungan dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. “Saya berharap, dengan momentun ini seluruh pegawai Politap Ketapang mempunyai visi dam misi yang sama untuk memanjukan Politeknik dengan sistem pendidikan yang profesional dan pelayanan yang maksimal guna mencapai pretasi,” pungkasnya. (pms/ser)

Berita Terkait