Cintai Kemanusiaan, Hilangkan Permusuhan

Cintai Kemanusiaan, Hilangkan Permusuhan

  Senin, 20 May 2019 09:21
PERAYAAN WAISAK: Sorang ibu bersama anaknya mengikuti prosesi memandikan Buddha Rupang di Maha Vihara Maitreya Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya, Minggu (19/5). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Momen Peringatan Waisak 2019

SUNGAI RAYA - Ribuan umat Buddha memperingati Waisak 2563 BE/2019 yang jatuh pada Minggu (19/5) kemarin. Sejumlah Vihara tampak dipadati umat yang hendak memperingati Waisak. Salah satunya adalah Vihara Maitreya, di Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya.

Rakiman, Penyelenggara Buddha Kantor Kemenag Kabupaten Kubu Raya sekaligus Kasi penyelenggara Waisak Vihara Maitreya, menjelaskan, Waisak adalah hari raya agama Buddha yang memperingati tiga peristiwa penting. Yakni kelahiran, tercapainya penerangan sempurna, dan mangkatnya Buddha Gautama. Tiga peristiwa penting itu terjadi pada hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak.

sebenarnya hari besar umat Buddha tak serta merta Waisak saja. Namun ada beberapa agenda lain yang tidak masuk dalam agenda nasional tetapi tetap dilangsungkan oleh seluruh umat Buddha. Menyoal peringatan Tri Suci Waisak, menurutnya memang bisa dikatakan sebagai salah satu di antara banyaknya agenda yang dianggap spesial.

Dia menuturkan, nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam peringatan Waisak diserap melalui bentuk-bentuk peringatan dan perayaan di setiap daerah yang bervariasi. Contohnya di Vihara Maitreya yang setiap tahunnya selalu memperingati Waisak, dan memiliki agenda yang paling diminati oleh umat Buddha yang datang, yakni upacara pemandian Patung Buddha.

"Ini yang kita ambil sebagai salah satu yang memiliki nilai spiritualnya, dari kelahiran hingga menjelma menjadi Buddha Sidarta Gautama," ujarnya.

Perayaan Waisak 2563 memiliki pesan untuk mencintai kemanusiaan. Cinta terhadap sesama apa pun latar belakang dan kelas sosialnya. Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan, kemanusiaan menjadi dimensi sakral semua agama yang menyatukan. “Manusia bukan musuh kita karena permusuhan berujung kehancuran. Justru tugas kita adalah mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan,” pesan Wasekjen DPP PKB itu, Sabtu (18/5).

Sementara yang menjadi musuh bersama semua agama, kata Daniel adalah kebencian dan keserakahan yang banyak menimbulkan kemiskinan, kehancuran, dan ketidakadilan sosial. “Solidaritas dan kerja sama yang digerakkan oleh nilai-nilai semua agama menjadi kekuatan besar mengatasi penderitaan sosial ini,” sebutnya.

Waisak jelas Daniel mengajak semua pihak untuk menyuarakan cinta, mengatasi derita sosial guna mewujudkan keadilan sosial secara bersama-sama. Daniel mengatakan, semangat menjunjung tinggi kemanusiaan terwujud dengan semakin kuatnya persaudaraan yang menjadi syarat utama kesejahteraan suatu bangsa. Indonesia yang kaya dengan keanekaragaman adalah takdir yang menjadi kekuatan dan modal besar bersama.

Merusak kekuatan itu sama saja mengingkari takdir Tuhan. “Mari kita rawat Indonesia sebaiknya dengan pengabdian kepada manusia-manusia di dalamnya. Waisak mengajak kita untuk bersama-sama mengatasi derita sosial yang ada. Dengan cinta dan bukan dengan permusuhan,” pungkas legislator asal Kalimantan Barat itu. (sig/iza)

Berita Terkait