Cinta Ditolak Air Keras Bertindak

Cinta Ditolak Air Keras Bertindak

  Rabu, 12 June 2019 10:56
ilustrasi | source : poskotanews.com

Berita Terkait

KUBU RAYA –Bintang menjadi korban kekerasan berupa penyiraman air keras berupa cuka getah di bagian badan oleh Us yang diduga menaruh dendam dengan ibunya, Muryani. Hal ini dilakukan Us, lantaran cintanya ditolak oleh ibu korban yang berstatus menjanda. Akibatnya, badan anak berusia 11 tahun tersebut mengalami luka bakar serius, terlebih di bagian punggung.

Saat ditemui di rumahnya, di Gang Hitacin, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Bintang mengaku kejadian penyiraman air keras ini berlangsung pada Senin (10/6) sekitar pukul 03.00. Bintang menceritakan peristiwa nahas yang dialaminya itu diawali saat tidur di pojokan rumahnya yang terbuat dari kayu. Dia sempat merasakan seperti ada air yang mengalir di sekujur badannya.

“Tak lama rasanya air yang mengalir di badan saya terasa panas seperti terbakar,” ujar Bintang kepada Pontianak Post, Selasa (11/6).

Secara spontan kondisi tersebut membuatnya langsung terbangun dari tidurnya dan melihat sekujur badannya tampat terluka seperti luka bakar. Bintang langsung berteriak sesaat setelah terbangun dan  meronta kesakitan akibat panas yang membakar kulitnya itu. Saking panasnya membuat dia sampai menggelepar. Saat ini, Bintang masih merasakan kesakitan akibat luka bakar itu. 

“Sampai sekarang masih terasa sakitnya seperti terbakar, kalau malam masih belum bisa tidur,” tambahnya.

Abang korban yang menjadi saksi mata pada kejadian tersebut, Fajar mengatakan, saat kejadian belum tidur karena sedang bermain handphone. Saat tengah asyik dengan handphonenya, Fajar tiba-tiba mendengar suara adiknya berteriak meronta kesakitan. Kondisi tersebut lantas membuatnya beranjak dari tempatnya untuk memastikan kondisi adiknya tersebut.

“Saya langsung bergegas menuju pintu untuk melihat kondisi luar. Ketika saya mencoba buka pintu tak bisa, pelaku yang menahan dari luar, jadi langsung saya tendang pintu itu sebanyak dua kali dan akhirnya pintu itu terbuka,” timpal Fajar.

Saat  pintu terbuka, Fajar sempat berpapasan muka dengan pelaku dan sangat yakin bahwa pelakunya adalah Us. “Saya kejar lagi. Dia langsung naik motor dan  kabur,” ucapnya.

Ibu korban, Muryani mengaku saat kejadian sedang tidak berada di rumah. "Saya sedang berada di rumah ibu saat kejadian itu," katanya.

Dia membenarkan bahwa pelaku menaruh hati padanya dan ingin memiliki hubungan lebih dari seorang teman. Padahal, kata Muryani, dia hanya menganggap pelaku sebagai teman karena yang bersangkutan kerap nongkrong di warung miliknya untuk membeli segelas kopi dan jajanan lainnya.

“Tapi saya tak merasa ada hubungan yang spesial dengan Us. Saya merasa pelaku hanya teman yang kerap datang ke warung saya untuk ngopi,” ujarnya.

Sebelum kejadian penyiraman air keras yang dilakukan pelaku terhadap anaknya tersebut, Muryani menceritakan bahwa pelaku awalnya menghubungi dirinya dan mengatakan ingin bertemu. Saat itu dirinya mengaku menolak ajakan pelaku dengan alasan pelaku sudah memiliki keluarga. Dia tak ingin menjadi pengganggu hubungan kekeluargaan pelaku.

“Sejak saya tolak keinginannya tersebut, setiap kegiatan yang saya lakukan terus diawasi oleh pelaku,” tambahnya.

Muryani bahkan mengaku bahwa pelaku tak segan kerap mengancam dirinya jika dia tak mau menuruti kemauannya. Contohnya seperti pelaku yang kerap mengajak Muryani untuk jalan-jalan keluar rumah. Hal ini terjadi sudah beberapa kali dan selalu ditolak oleh Muryani. Akibatnya, pelaku sempat pernah membanting berbagai barang yang ada di warung milik Muryani bahkan sampai mencekik dirinya saat tak mau menuruti perkataan pelaku.

“Mungkin ancam-ancaman ini sudah terjadi dari sekitar setahun yang lalu. Pernah juga waktu itu saya bertemu dengannya di jalan saat mengendarai sepeda motor, tiba-tiba dia menghampiri saya dan langsung menampar saya,” ungkapnya.

Saat ini, Muryani ditemani mantan suaminya yang merupakan ayah kandung Bintang mengaku sudah melaporkan kejadian yang menimpa anaknya tersebut kepada pihak kepolisian. Pelaku sudah ditahan di Polsek Sungai Raya untuk ditindaklanjuti.

Kapolsek Sungai Raya, Kompol Ida Bagus Gede Sinung membenarkan pihaknya telah meringkus Usman lantaran melakukan penyiraman air keras terhadap seorang anak berusia 11 tahun. Dia mengatakan pihaknya saat ini telah melakukan interogasi awal , dan pelaku telah mengakui perbuatannya tersebut karena merasa kesal dengan ibu korban.

“Jadi dia (pelaku) mengaku menjalin hubungan asmara atau bisa dikatakan selingkuh dengan ibu korban. Terkait aksinya menyemprot air keras berupa cuka getah kepada anak korban, dia mengaku khilaf melakukannya perbuatannya tersebut,” ungkap Kapolsek Sungai Raya.

Dia melanjutkan, pelaku telah mempersiapkan air keras tersebut dari rumahnya untuk kemudian digunakan untuk menjahili anak dari wanita yang diidam-idamkannya tersebut. Sementara untuk pasal yang dikenakan kepada pelaku, kata Kapolsek, dia akan diganjar dengan Pasal 80 Undang-undang nomor 22 tahun 2003 tentang perlindungan anak. Kemudian dilapis dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Jadi pelaku bisa dikenakan pasal berlapis, primer dengan Pasal 80 Undang-undang nomor 22 tahun 2003. Subsidernya bisa dikenakan dengan Pasal 351 KUHP,” pungkasnya. (Sig)

 

Berita Terkait