Chat Facebook Bawa Celaka, Empat Anak Keroyok Teman Hingga Tewas

Chat Facebook Bawa Celaka, Empat Anak Keroyok Teman Hingga Tewas

  Rabu, 15 May 2019 13:47

Berita Terkait

SINGKAWANG -  Kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak kembali terulang. Kali ini terjadi di Kota Singkawang. Empat anak tega mengeroyok temannya sendiri hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Korban berinisial JF yang masih berusia 14 tahun.

 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Singkawang, AKP Parikesit mengatakan, kasus penganiayaan dan pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu (12/5) sekitar pukul 21.15 di Jalan Raya Tanjung Batu dalam (Kopisan) Gang Sukaramai, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. 

Penyebab kejadian, kata Parikhesit, berawal dari korban yang mengatakan "fuck" kepada salah satu pelaku melalui akun Facebook. Pelaku yang merasa tidak terima atas tulisan di facebook itu lalu mendatangi korban, pada Minggu (12/5) sekitar pukul 20.00. Pelaku saat itu mengajak tiga orang temannya untuk ikut serta. 

"Di lokasi terjadilah cekcok mulut antara pelaku dan korban. Kemudian terjadi perkelahian, yang berlanjut dengan pemukulan oleh empat pelaku terhadap korban," ujar Parikhesit, Selasa (14/5).

Usai pengeroyokan itu, korban sempat dibawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Namun karena kondisinya yang cukup parah, pihak RSUD Abdul Azis Singkawang menyarankan pihak keluarga agar merujuk korban ke rumah sakit di Pontianak. "Saat dalam perjalanan, tepatnya di Mempawah, korban sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Kemarin, jenazah korban disemayamkan di rumah duka di Jalan Burhani Teratai dan akan dikebumikan pada Kamis (16/5). "Orang tua dan keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi. Mereka menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada Polres Singkawang," jelasnya. 

Kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak ini langsung ditangani Polres Ketapang. Polisi telah menahan empat pelaku, yakni  FE (16), CJ (14), HO (13), dan EF (16). “Keempat pelaku ditahan di Mapolres Singkawang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Parikhesit. 

Keempat pelaku akan dijerat Pasal 80 ayat 3 UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp3 miliar.  

Di kesempatan yang sama, Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi membenarkan kejadian tersebut. "Dari hasil pemeriksaan kita ada empat orang anak yang masih di bawah umur yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan tersebut," katanya. 

Korban meninggal dunia, diakibatkan adanya luka parah. Meski sebelumnya sempat dibawa ke RSUD Abdul Aziz Singkawang. Namun, pada saat mau dibawa ke Pontianak, korban meninggal dunia di dalam perjalanan. 

"Saat ini keempat anak yang diduga sebagai pelaku sudah dilakukan pemeriksaan. Mengingat pelaku dan korban masih anak-anak sehingga penyidik kita juga memperlakukan mereka secara khusus," ujarnya. 

Yang pasti, kata Kapolres, pihaknya akan tetap berpegang teguh pada aturan selama melakukan proses penyidikan. Raymond sangat menyayangkan mengapa kejadian ini bisa terjadi di wilayah hukumnya. Karena selain para pelaku dan korban masih anak-anak tapi mereka juga sudah putus sekolah. "Hanya salah satu dari pelaku saja yang masih sekolah," ungkapnya. 

Untuk itu, kepada seluruh orang tua agar dapat menjaga anak-anaknya masing-masing terutama dalam hal pendidikan. Karena dengan pendidikan, setidaknya dapat menjauhkan anak-anak dari kenakalan remaja bahkan tindak pidana yang seharusnya tidak dilakukan oleh anak-anak seumur itu. "Jangan sampai anak-anak yang harusnya menuntut ilmu menjadi tidak terurus karena ketidakpedulian dari orang tuanya," pesannya. 

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi pelaku dan korban masih tergolong anak-anak. "Kepada pihak kepolisian, di samping melakukan penahanan tentu juga harus ada pembinaan," katanya. 

Dia pun mengaku kaget, jika pelaku dan korban merupakan anak yang putus sekolah. Ke depan, dari Pemkot Singkawang memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah yang dapat menyebabkan anak-anak menjadi brutal seperti itu. 

Kepada orang tua juga diharapkan untuk lebih peduli dan memperhatikan pergaulan anak-anaknya termasuklah mengawasi anak-anaknya dalam bermedia sosial.  "Dengan begitu, orang tua dapat menumbuhkan budi pekerti dan bagaimana hidup bersosialisasi yang baik sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejadian pengeroyokan yang menyebabkan kematian," ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini merupakan yang baru terjadi di Kota Singkawang, karena sebelum-sebelumnya memang belum pernah terjadi. Dia menegaskan, kejadian seperti ini harus yang pertama dan terakhir kalinya terjadi di Kota Singkawang. (har)
 

Berita Terkait