Cetak Sawah Sesuai Target

Cetak Sawah Sesuai Target

  Jumat, 10 June 2016 10:05
SAWAH: Mencetak sawah baru. ISTIMEWA/PONTIANAPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Dandim 1206 Putussibau Letkol Kav Budiman Ciptadi mengaku Program cetak sawah kerjasama kementerian pertanian dengan TNI diwilayah Kodim 1206/Putussibau sudah mencapai 52 persen. 

Dari target lahan seluas 1600 hektare tersebut sudah digarap mencapai 838 hektare. Dengan capaian tersebut dia oftimis target yang telah disepakti antaran TNI dan Kementan RI bisa terealisasi.

Budiman mengungkapkan, realisasi pembukaan lahan cetak sawah itu belum berjalan maksimal dikarenakan terkendala dengan musim. Seperti ada lokasi yang terendam dan sulit dilakukan pembersihan lahan. Bahkan belum lama ini sempat ada alat yang tenggelam. 

“Yang bekerja masih terkendala kondisi alam. Jika memungkinkan bisa cepat terealiasi taget,” papar Dandim, Kamis (9/6). Dia mengatakan, pekerjaan yang sudah dimulai bulan Februari 2016 itu ditargetkan selesai 30 Juni ini. Dandim tidak yakin jika proses pengerjaannya sesuai jadwal yang telah ditentukan, mengingat banyaknya kendala dilapangan. 

“Sekarang kami terus upayakan semaksimal mungkin. Seperti daerah yang bekerja 24 jam, misalnya di Sibau Hilir, Kecamatan Putussibau Utara dan Urang Unsa,” jelasnya.

Demikian juga dengan lokasi sawah di Suka Maju dan Seluan, juga di kerjakan siang malam oleh para pekerja yang sudah ditunjuk. Dia mengatakan, solusi bagi daerah yang terkendala untuk dibuka yakni dilakukan relokasi lahan. Cetak swah di Kapuas Hulu menyasar 10 kecamatan, daalam 10 kecamatan sedikitnya ada 44 titik yang sedang dibuka.Setelah  lahan dibuka lalu diserahkan pada kelompok tani. 

“Lahan yang sudah dibuka itu langsung dilakukan penanaman. Selanjutnya dikelola berkelanjutan,” kata dia. 

Dijelaskannya, program cetak sawah itu tidak mesti untuk tanaman pangan, namun bisa digunakan untuk menanam kedelai dan jagung. Di Nanga Suruk, Kecamatan Mentebah sambung Dandmin lahan seluas 10 hektare sudah mulai ditanami padi sesuai keinginan dari kelompok taninya.

Seperti yang dilakukan kelompok tani Urang Unsa, kata Dandim, mereka minta lahan yang digarap itu ditanami jagung. Dia mengaku TNI berkomitmen membantu pemerintah ciptakan swasembada pangan. TNI memiliki dua tugas, yakni Operasi Militer untuk perang dan Operasi Militer Selain Perang (OMS) “Cetak swah ini OMS, itu diatur dalam UU No. 34 Tahun 2004 Tentang TNI,” jelasnya. 

Kegiatan cetak sawah ini sudah di MoU-kan antara Kementan dan TNI. Karena berdasarkan Opsus tahun lalu, surplus beras tercapai dengan pendampingan dari TNI. “Sekarang kami dipercayakan mengelola cetak sawah,” papar Budiman. Dandim memastikan program cetak sawah tersebut terus berlanjut setiap tahun, sehingga daerah yang belum dapat tahun ini, di adakan di tahun depan.(aan)

Berita Terkait