Cetak Petani Muda Berkualitas

Cetak Petani Muda Berkualitas

  Sabtu, 4 June 2016 10:20
MENANAM: Siswa peserta diklat ATC sedang mengikuti praktek penanaman.

Berita Terkait

MEMPAWAH- Mendukung kinerja pemerintah dibidang pertanian, Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Sungai Kunyit melaksanakan Diklat Agri Training Camp (ATC). Diklat yang diikuti puluhan siswa SMA se-Kalbar itu bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) petani muda yang berkualitas.

Diklat yang memasuki tahun ke empat itu berlangsung selama lima hari dimulai sejak tanggal 1-5 Juni 2016. Pesertanya berasal dari SMAN 6 Singkawang, SMAN 1 Sungai Raya Bengkayang, SMA N1 Mempawah Hulu Landak, SMAN 1 Meliau Kabupaten Sanggau dan SMA Adisucipto Kabupaten Kubu Raya (KKR).

“Dalam pelaksanaan diklat ATC ini, kami bekerjasama dengan Balai Besar Pertanian Binuang. Alhamdulillah, kami dipercaya melaksanakan diklat untuk siswa SMA se-Kalbar. Bahkan, pada 2015 lalu se-Kalimantan,” terang Ketua P4S-ACS Sungai Kunyit, Suma Ruslian SE, MM kepada Pontianak Post, Jumat (3/6).

Suma menyebut, pelatihan yang dilaksanakan pihaknya memberikan edukasi dan pemahaman kepada siswa tentang dunia pertanian. Sehingga para siswa lebih mengenal dunia pertanian baik secara teknis maupun peluang bisnis.

“Dunia pertanian kurang diminati pemuda, karena terkesan hasilnya kurang menjanjikan, lumpur dan hal negatif lainnya. Makanya melalui diklat ini, kita buktikan kalau pertanian tidak seperti yang selama ini dibayangkan,” ucapnya.

Karenanya, imbuh Suma, dalam pelaksanaan Diklat pihaknya memberikan motivasi sekaligus pola budidaya hingga pengembangan bisnis dari bidang pertanian. Dengan begitu diharapkan dapat menarik minat dan semangat para pemuda untuk bertani dengan cara-cara yang modern dan mendapatkan hasil yang baik.

“Bertani pun bisa dengan pakaian yang rapai, memakai sepatu layaknya pekerja kantoran. Dan hasil dari bisnis pertanian pun sangat menjanjikan. Asalkan usaha pertanian ini dikelola dengan baik dan benar,” ujarnya.

Lebih jauh, Suma menjelaskan, dalam pelaksanaan diklat ATC para peserta diberikan materi praktek-praktek lapangan. Termasuk pula teknis pembibitan, penyemaian, penanaman, pengolahan pupuk hingga perawatan.

“Memang idealnya peserta mengikuti satu siklus pelatihan selama 3-4 bulan. Sehingga kita bisa memberikan semua materi lebih komplit dan matang. Namun, selama lima hari ini akan kita maksimalkan semua materi pelatihan. Agar siswa mendapatkan bekal ilmu pertanian yang bisa bermanfaat di masyarakat,” katanya.

Kedepan, dia berharap semakin banyak generasi muda di Kalbar umumnya dan Kabupaten Mempawah khususnya yang berminat untuk menekuni sektor pertanian. Sehingga akan lahir petani-petani muda yang mampu mengembangkan dan meningkatkan sektor pertanian di masyarakat.

“Kami selalu siap mendukung pemerintah daerah untuk memberikan pembekalan materi dan mencetak petani-petani muda. Sudah saatnya ada regenerasi petani untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Sehingga swasembada pangan nasional dapat terwujud,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait