Cetak 300 Ha Sawah di Simpang Hulu

Cetak 300 Ha Sawah di Simpang Hulu

  Selasa, 22 March 2016 08:37
TINJAU SAWAH: Bupati Martin Rantan SH dan Wakil Bupati Drs Suprapto S melakukan peninjauan cetak sawah di Dusun Pendaun, Desa Botu Besi, Kecamatan Simpang Hulu, dalam kunjungan kerja mereka, Sabtu (19/3) lalu. ISTIMEWA

Berita Terkait

BALAI BEKUAK – Program cetak sawah sinergis TNI-AD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang, merupakan program ketahanan pangan, yang tertuang dalam nawacita Persiden Joko Widodo. Hal tersebut juga selaras dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, yakni Ketapang maju, masyarakat sejahtera, dengan meningkatkan perekonomian masyarakat, di antaranya menggerakan ekonomi riil di bidang pertanian yakni cetak sawah.

Potensi wilayah yang luas, khususnya dalam bidang pertanian, ke depan dapat menjadi sektor unggulan, selain sektor perkebunan sawit, karet, dan pertambangan yang ada di wilayah pedalaman Ketapang. "Dalam nawacita Presiden tentang ketahanan pangan, maka hari ini kita sama-sama melihat pembukaan lahan cetak sawah sinergis TNI-Pemkab," kata Bupati Ketapang Martin Rantan SH, ketika melihat pembuatan lahan cetak sawah di Dusun Pendaun, Desa Botuh Besi, Kecamatan Simpang Hulu, Sabtu (19/3) lalu.

Bupati berpesan kepada masyarakat Simpang Hulu, agar memanfaatkan lahan cetak sawah yang sedang dilaksanakan sinergis TNI-AD dan Pemkab Ketapang. Terlebih, dia mengingatkan, lahan tersebut dimaksudkan sebagai penyangga ekonomi keluarga di saat harga karet anjlok, dan harga sawit turun. "Harga karet saat ini sedang turun. Kita tidak bisa menyalahkan Bupati, Gubernur, dan Presiden, karena stok karet dunia sedang menumpuk, jadi permintaan kurang. Untuk itu kita perkuat pertanian, khsusnya tanaman padi," imbau Bupati.

Sekitar 300 hektare (Ha) lahan sawah baru, menurut dia, akan dibangun di Kecamatan Simpang Hulu, dalam program cetak sawah tersebut. Pemerintah, dikatakan Bupati, hanya mendorong masyarakat dengan membantu pencetakan sawah, bantuan bibit, serta bimbingan tenaga penyuluhan, baik dari Dinas Pertanian maupun dari anggota TNI-AD. Agar sektor pertanian benar-benar menjadi penyangga ekonomi keluarga masyarakat desa, maka Bupati menekankan agar kelompok masyarakat menggarap lahan yang sudah disiapkan pemerintah. Dia berpesan agar penggarapan tersebut tidak hanya dilajukan pada tahun pertama, tetapi secara terus-menerus. Setiap tahunnya dia menginginkan agar sawah tersebut ditanami padi, sehingga hasilnya panennya bisa mencukupi kebutuhan keluarga, bahkan dapat dijual.

"Kalau sawah sudah dicetak setelah melalui proses siap ditanami padi, tetapi jangan hanya tahun ini, besoknya tumbuh semak belukar dan lalang," gugah Martin. Untuk itu, dia meminta kesungguhan kelompok tani dalam menggarap sawah yang sudah dibuatkan pemerintah. Terlebih, dia menambahkan bahwa apa yang dilakukan pemerintah tersebut, merupakan salah satu upaya mendukung katahan pangan daerah, bahkan nasional.

Bupati menegaskan bahwa lahan yang saat ini dicetak oleh pemerintah yang dibantu oleh TNI, dimaksudkan untuk mendorong percepatan proses cetak sawah yang ada di Kabupaten Ketapang. "Lahan ini tetap milik masyarakat, TNI-AD hanya sebagai pendamping kelompok tani dalam mengatasi kendala-kendala yang dihadapi," kata dia.

Bupati bersama Wakil Bupati Drs Suprapto S menyempatkan waktu meninjau proses cetak sawah 300 Ha di Dusun Pendaun, Desa Botuh Besi, Kecamatan Simpang Dua, dalam kunjungan kerja bersama SKPD, Sabtu (19/3) kemarin. (afi/ser)

Berita Terkait