Cermat Memilih Obat Kumur

Cermat Memilih Obat Kumur

  Jumat, 17 May 2019 09:26

Berita Terkait

 Obat kumur atau mouthwash kerap digunakan setelah menyikat gigi untuk mencegah bau mulut.  Namun, penggunaan yang berlebihan malah bisa membunuh bakteri baik di dalam mulut.

 Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Obat kumur tak dapat digunakan secara sembarangan. Obat kumur hanya boleh digunakan sesuai dengan kebutuhan penggunannya. Karena kandungan di dalam obat kumur memiliki peranan yang berbeda-beda. Ada obat kumur yang mengandung antiseptik, antiseptik dan anastetik (menekan rasa sakit), serta antijamur.

Drg. Selvia, Sp.PM mengatakan obat kumur tak berperan untuk membersihkan gigi. Kebersihan gigi tetap harus dilakukan secara mekanis, yakni menyikat gigi. Meski begitu, obat kumur dapat digunakan untuk membersihkan mulut, jika seseorang mengalami indikasi gusi terlalu mudah berdarah. Salah satunya, karena trombositnya rendah. Misalnya pada pasien demam berdarah dan kanker darah. Dua penyakit ini menekan jumlah trombosit, sehingga gusi mudah berdarah. Tak dianjurkan untuk menyikat gigi karena akan memicu terjadinya pendarahan. Sehingga, pembersihaan dilakukan dengan bantuan kasa yang telah diberi obat kumur sebagai antiseptiknya.

Ada beberapa jenis obat kumur, yakni berbahan alkohol, nonalkohol, dan herbal. Kebanyakan obat kumur yang digunakan tak mengandung alkohol seperti chlorhexidine atau povidone-iodine. Dokter gigi tak menganjurkan menggunakan obat kumur dengan kandungan alkohol jika masih ada pilihan lainnya.

Chlorhexidine merupakan obat kumur yang mengandung antiseptik dan antijamur. Cocok digunakan untuk pasien dengan indikasi mulut berjamur atau pasien kesulitan membersihkan secara mekanis. Namun, jika merasa obat kumur tersebut terlalu pekat,  bisa memilih menggunakan obat kumur povidone-iodine karena rasanya tak sepekat chlorhexidine.

Dokter di RS Kota Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Pontianak ini menuturkan obat kumur dengan adanya indikasi dapat digunakan tiga kali sehari. Jika pasien dinyatakan sudah sembuh, sebaiknya tak menggunakan obat kumur. Tetapi, jika tetap mau berkumur bisa menggunakan air garam atau NaCl. Air garam atau NaCl lebih dianjurkan dan dapat digunakan setiap hari.

“Hal ini karena air garam atau NaCl lebih mudah diterima jaringan lunak (mukosa) di mulut. Air garam atau NaCl juga tak akan menimbulkan alergi. Serta, dapat membantu menutup luka,” tutur Selvia.

Berbeda dengan produk obat kumur lainnya yang dibuat dari bahan aktif. Pasien bisa saja mengalami alergi karena tak cocok dengan salah satu kandungan bahan aktif di dalamnya. 

Bagaimana dengan obat kumur herbal? Selvia mengungkapkan bisa saja memilih obat kumur herbal asalkan obat tersebut sudah teruji secara klinis. Karena produk herbal pun bisa mengiritasi. 

"Tak ada yang tahu bahan aktif yang ada dapat mengiritasi pasien. Karena ada pasien tertentu memiliki kecendrungan alergi hanya dengan berkumur," ungkapnya. 

Dia menyarankan agar cermat dalam memilih produk. Selvia menyarankan  tak berlebihan menggunakan obat kumur.

"Bisa saja dosis sekian tak ada efek pada pasien. Tapi, tidak bagi pasien lainnya," katanya.**

 

Berita Terkait