Cavs Makin Babak Belur

Cavs Makin Babak Belur

  Selasa, 7 June 2016 09:30

Berita Terkait

OAKLAND--Cleveland Cavaliers pulang ke kandang mereka, di Quicken Loans Arena jelang game ketiga, Kamis WIB (9/6) dengan linglung. Kemarin pagi, di game kedua final NBA mereka kembali dihajar Golden State Warriors. 

Setelah di game pertama takluk dengan margin 15 angka, 89-104, kemarin Cavaliers takluk dengan skor lebih parah. LeBron James dkk kalah dengan margin 33 poin, 77-110. Itu membuat total di dua game pertama ini Cavaliers sudah takluk dengan defisit 48 poin dari Warriors. 

Hasil itu adalah margin perbedaan poin tertinggi yang pernah terjadi di dua game pertama final NBA sepanjang sejarah. “Mereka manaklukkan kami,” ucap LeBron usai laga dilansir Associated Press. 

“Kami tidak memenangi apa-apa. Tidak satu pun dari segi pertandingan kami mengalahkan mereka. Tidak sama sekali,” tambah MVP NBA empat kali itu dengan nada kecewa usai laga.

Instruksi Tyronn Lue, head coach Cavaliers yang meminta anak asuhya tampil dalam tempo permainan lebih tinggi gagal total. Para pemain Cavaliers tak mampu keluar dari penjagaan para pemain Warriors. 

Bola bukannya mengalir dari sisi ke sisi dengan cepat untuk menemukan ruang tembak, para pemain Cavaliers malah lebih banyak terlibat penjagaan one on one di akhir-akhir detik shot clock. “Mereka punya small line up yang lebih gesit. Lebih licah, tinggi, dan atletis. Itu semua membuat kami berada dalam masalah,” ucap Lue dilansir ESPN.

Meski begitu, Lue tetap menganggap anak asuhnya sudah memainkan tempo dengan tepat. Menurutnya, di beberapa kesempatan, Cavaliers sempat mendapat poin transisi seperti yang dia harapkan. Sayang, di sisi lain akurasi tembakan Cavaliers masih lemah. 

LeBron dkk kemarin membukukan field goal 35,4% (28-79). Warriors melambung tinggi dengan 54,3% (44-81). “Kami juga terlalu banyak melakukan turnover. Tidak mampu mengkonversi bola yang seharusnya bisa dikonversi,” ucap Lue.

Saat the splash brother-Stephen Curry dan Klay Thompson tidak bisa banyak bergerak bebas karena pengawalan ketat pemain Cavaliers, power forward Draymond Green datang sebagai penyelamat. Pemain 26 tahun itu tampil paling tokcer dengan membukukan 28 poin, lima assist, dan tujuh rebound. Luar biasanya, 15 poin di antaranya datang dari tembakan tiga angka (5-8).

“Saat mereka menjaga kami, Draymond malah punya posisi tembak terbuka,” ucap Steve Kerr, head coach Warriors. “Dia menjadi penyelamat kami dari tekanan. Dia menggantikan Steph (Curry) dan Klay,” tambah Kerr.

Curry sendiri masih tampil apik dengan donasi 18 poin dan sembilan rebound. Thompson menambahi dengan 17 poin. Kedua pemain masing-masing menyumbang empat tembakan tiga angka (4-8).

Melihat penampilan apik Green, Thompson menyebut rekan setimnya itu layak masuk sebagai anggota the splash brother baru. “Malam ini (kemarin, Red) dia menjadi bagian dari kami (the splash brother),” ucap Thompson. 

Setelah dua game pertama dilaksanakan di Oracle Arena, game ketiga (Kamis, 9/6 WIB) dan keempat (Sabtu, 10/6 WIB) bakal bergeser ke markas Cavaliers di Quicken Loans Arena. Cavaliers berada dalam tekanan dengan ketertinggalan 0-2 ini. Di lain sisi, Warriors tinggal butuh memetik dua kemenangan untuk mengamankan trofi Larry O’Brien musim ini. (irr)

Berita Terkait