Cath Lab Kharitas Bhakti; Harapan Hidup Bagi Pasien Serangan Jantung

Cath Lab Kharitas Bhakti; Harapan Hidup Bagi Pasien Serangan Jantung

  Sabtu, 2 February 2019 13:12
DOKTER : Dokter Spesialis Jantung Infan Ketaren (tengah) bersama tim.

Rumah Sakit Kharitas Bhakti terus meningkatkan standarisasi pelayanan. Satu diantaranya, menyediakan Kateterisasi Jantung & Angiografi (Cath Lab), yakni suatu tindakan medis atau prosedur diagnostik invasif yang berfungsi untuk mendeteksi penyempitan atau sumbatan pembuluh darah jantung atau koroner.

============

TAK HANYA jantung, cath lab ini juga difungsikan untuk penanganan pasien dengan masalah neurologi atau syaraf, dan ke depannya akan dikembangkan untuk penanganan pasien yang berkaitan dengan radiologi dan penyakit lainnya seiring dengan pembangunan 12 lantai rumah sakit yang berada di Jalan Siam ini.

TINDAKAN : Dokter Infan bersama tim melakukan tindakan operasi pada pasien.

Sejak akhir tahun 2016 hingga 2018,cath lab ini sudah melayani 143 pasien. 45 pasien diantaranya melakukan pemasangan cincin di pembuluh darah di jantung. Dr. Infan Ketaren, SpJP , FIHA menjelaskan, tahun 2018 terjadi kenaikan 30 persen pasien. Rata-rata per bulannya melakukan tindakan untuk 10 pasien. Rentang usia pasien rata-rata 50 hingga 60 tahun.

Dokter spesialis jantung yang sudah mendapatkan lisensi untuk pemasangan stent atau cincin ini menjelaskan ada dua fungsi utama dari cath lab. Pertama, melalui prosedur ini dapat mendeteksi secara dini apakah pasien mengalami penyumbatan di pembuluh darah atau tidak. Dengan saran kateterisasi ini, kata Infan, bisa memastikan betul-betul ada penyumbatan atau tidak.

Jika ada, diperiksa lebih lanjut sebesar apa penyumbatannya. Jika penyumbatannya ringan, yakni di bawah 60 persen maka bisa dilakukan pengobatan saja dengan pemantauan faktor risiko agar penyumbatan tidak berat. Jika berat, ditindaklanjuti untuk pemasangan ring atau cincin untuk membuka sumbatan. Bila tidak memungkinkan memasang ring, karena sudah terlalu banyak penyumbatan pembuluh darah, maka pihaknya akan menyarankan melakukan operasi bypass jantung ke Jakarta.

CATH LAB : Peralatan Kateterisasi Jantung & Angiografi (Cath Lab) di Rumah Sakit Kharitas Bhakti

Kedua,  fungsi lainnya untuk tindakan terapi dengan melakukan pemasangan stent atau cincin. Tujuannya untuk membuka aliran darah yang tersumbat sehingga kembali lancar. Menurut Infan, dampaknya ketika terjadi penyumbatan  maka bisa segera dibuka secepatnya untuk mengurangi faktor risiko kematian ketika mengalami serangan jantung.

“Sejak pasien datang ke IGD mencari pertolongan. Standarnya kurang dari 90 menit sudah harus dilakukan penanganan. Dan perlu diketahui bahwa sepertiga pasien-pasien serangan jantung itu meninggal. Dengan adanya pemasangan ring yang bisa membuka dengan baik ini, maka ini dapat mengurangi angka kematian,” katanya.

Tidak hanya mengungari faktor risiko kematian, kata dia jika terjadi penyumbatan pembuluh darah akan menghambat mengalirnya ke otot jantung. Dalam lebih kurang enam jam, lebih dari 50 persen otot yang tidak teraliri darah akan rusak. Dan, dalam 12 hingga 24 jam akan rusak secara keseluruhan.

“Kalau tidak diapakan ke depan akan terjadi komplikasi, penyakit penyerta kemudian. Bisa gangguan irama jantung, gagal jantung. Paling berat adalah gagal jantung. Ketika gagal jantung ada kelemahan diotot, sesak, lemah itu akan meningkatkan angka kematian,” pungkasnya. **