Catat Waktunya, Gerhana Bulan Total Terlama Abad Ini

Catat Waktunya, Gerhana Bulan Total Terlama Abad Ini

  Jumat, 27 July 2018 20:21

Berita Terkait

PONTIANAK-Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer-Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BPAA-Lapan) Pontianak melakukan pemantauan gerhana bulan total saat punama terjauh atau micro-moon yang terjadi, Sabtu (28/7) dini hari.
 
Kepala BPAA-Lapan Pontianak Muzirwan mengungkapkan, micro-moon terjadi pada dini hari di langit barat. "Untuk pengamatan kami persiapan dari jam 23.00 WIB. Gerhana mulai pukul 01.24 WIB sampai pukul 05.19 WIB totalnya satu jam 43 menit," katanya kepada Pontianak Post.
 
Untuk pengamatan bersama Lapan terbuka bagi siapa saja yang ingin hadir di Kantor Lapan Pontianak, Jalan 28 Oktober. Di sana pengamatan dilakukan dengan dua teleskop. Yang terhubung ke layar untuk live streaming. Pada kesempatan malam tadi Lapan juga kedatangan mahasiswa yang ingin melakukan pemantauan bersama. Tujuannya adalah untuk edukasi dan berbagi ilmu.
 
Ia menjelaskan, fase gerhana sebagian dimulai pukul 01.24 WIB sampai pukul 05.19 WIB. Sementara fase total terjadi pada pukul 02.30 WIB sampai 04.13 WIB, selama 107 menit, terlama di abad ini. 

Pada saat gerhana bulan total, bulan berwarna merah darah sehingga disebut blood-moon. Warna merah darah tersebut disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi sehingga warna merah cahaya matahari yang menimpa purnama. "Maka media sering menyebutnya fenomena akhir Juli ini sebagai micro-blood-moon," katanya.

Gerhana kali ini menjadi yang terpanjang pada abad ini karena lintasannya dekat dengan garis tengah lingkaran bayangan bumi dan jarak bulan terjauh dari bumi. Dengan dua fator itulah purnama berada dalam kegelapan bayangan bumi lebih lama dari gerhana bulan pada umumnya.

"Pada saat purnama meredup dan memerah, bisa diamati bintang terang kemerahan di samping kirinya. Itulah planet Mars, tetangga bumi yang juga sedang mengalami purnama sehingga tampak seperti bintang yang sangat terang," jelasnya.
 
Selain itu ketika mengamati  di atas bulan yang memerah. ada beberapa titik pancar hujan meteor, khususnya yang sedang mengalami saat puncaknya pada malam itu.
 
Fenomena langka ini menurutnya bakal mempengaruhi pasang surut air laut. Dimana pada jam tersebut air pasang bisa mencapai titik maksimalnya. "Air laut akan agak sedikit tinggi, efek ini bisa menyebabkan air melimpah ke daratan lebih jauh," terangnya.   
 
Ke depan untuk gerhana bulan total diprediksi bakal terjadi lagi pada 26 Mei 2021 dan 08 November 2022. "Yang jelas sampai 2023 itu yang total, yang lain ada juga terjadi tapi gerhana bulan sebagian dan penumbra saja," pungkasnya.(bar)

Berita Terkait