Cara Remaja Menyampaikan Pesan

Cara Remaja Menyampaikan Pesan

  Rabu, 20 March 2019 09:53
PAYUNG: Koleksi lukisan payung karya Remaja PIK Desa Tanjung Merpati. MIRZA/PONTIANAKPOST

Ajak Hidup Sehat Lewat Pesan Payung Peneduh 

 

Penyampaian pesan bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya melalui media payung. Hal ini dilakukan remaja Desa Tanjung Merpati, dengan menyulap puluhan payung menjadi aneka pesan bertema sosial.

MIRZA AHMAD MUIN, Kembayan

WAKTU telah menunjuk pukul enam sore. Namum, aktivitas beberapa remaja yang tergabung dalam Pusat Informasi Konseling Remaja Desa Tanjung Merpati, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, tengah sibuk-sibuknya berkemas puluhan payung bermacam gambar buat disimpan di kantor desa.

Payung berwarna dasar putih, yang telah disulap berbagai gambar pesan sosial itu, begitu menarik mata. Beberapa pesan yang dilihat menyasar pada remaja. Seperti pesan bahaya merokok, jauhi narkoba, tidak nikah muda sampai jauhi seks bebas.

Empat item pesan ini jadi bahan mereka buat menuangkan ide dalam bentuk gambar-gambar menarik.

Wahyu Nuragni remaja berumur 16 tahun adalah punggawa Pusat Informasi Konseling Remaja di Desa Tanjung Merpati.

Disela kesibukan dia mengemas puluhan payung usai dilukis, Wahyu pun menjelaskan, bahwa kegiatan lukis payung sudah berjalan sejak Januari lalu. Dirinya beserta teman-teman sebaya PIK Remaja miliki gagasan untuk membuat satu pesan dalam bentuk gambar.

"Ide ini dari teman-teman PIKR. Kami ingin menuangkan pesan-pesan sosial melalui wadah gambar. Awalnya sempat bingung, utamanya dalam menentukan apa wadah media sebagai tempat menggambar," katanya.

Usai diskusi menentukan wadah apa yang cocok sebagai tempat melukis, didapatlah payung. Namun, payung sebagai tempat lukis mesti berwarna dasar putih. Akhirnya ajuan ide tersebut dibicarakan dengan Camat Kembayan dan direspon positif. Dari ide awal tersebutlah, dirinya beserta teman-teman mulai menyulap payung putih dengan gambar-gambar menarik berupa pesan.

Karena PIK Remaja merupakan tempat remaja berkonseling, maka dipilihlah gambar-gambar dominan dalam upaya pencegahan kenakalan remaja. "Di sini saya lihat rokok jadi pisau bagi remaja. Ada banyak remaja mulai merokok. Makanya banyak gambar pesan larangan merokok di payung-payung ini," ujarnya.

Selain gambar pesan larangan merokok bagi remaja, gambar bahaya narkoba, tidak menikah muda, seks bebas sampai hindari kenakalan remaja seperti tawuran juga digambar di wadah payung itu.

Dia menuturkan, proses melukis satu payung bisa memakan waktu tiga sampai empat jam. Untuk gambar dan ide diserahkan pada si pelukis.

Hasilnya, kini sudah puluhan payung dilukis teman-teman PIK Remaja. Dari hasil lukisan ini, selain wadah penyambung pesan, ternyata banyak remaja yang tertarik buat ikut bergabung di PIK Remaja. Di PIK Remaja, dirinya juga memberi konseling pada teman sebaya. 

Utamanya tentang bahaya merokok bagi kesehatan, kesehatan reproduksi sampai larangan remaja menikah muda. Mudah-mudahan melalui seni lukis payung, semua pesan kreatif tiap pikiran ide remaja bisa tersampai pada remaja di Desa Tanjung Merpati.(*)