Cap Go Meh 2019 di Sungai Pinyuh, Ratusan Tatung Meriahkan Pawai

Cap Go Meh 2019 di Sungai Pinyuh, Ratusan Tatung Meriahkan Pawai

  Rabu, 20 February 2019 09:57
BUKA KEGIATAN: Kadisdikporapar Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama, membuka rangkaian acara Cap Go Meh 2017 didampingi sejumlah pejabat. WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Puncak perayaan Cap Go Meh 2019 di Sungai Pinyuh berlangsung semarak dan meriah, Selasa (19/2) siang. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan pawai yang diikuti ratusan tatung, barongsai hingga naga. Dimulai dari Vihara Tri Dharma Bakti, para peserta pawai mengelilingi rute pasar Sungai Pinyuh.

Kegiatan event dan pawai Cap Go Meh 2019 di Kabupaten Mempawah itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disdikporapar) Kabupaten Mempawah, Firman Juli Purnama. Hadir pula jajaran Forkopimda Pemerintah Kabupaten Mempawah, pejabat SKPD, Camat hingga tokoh masyarakat setempat.

“Dalam pemahaman komunitas masyarakat tionghoa, perayaan cap go meh melambangkan hari ke-15 sekaligus akhir dari rangkaian tahun baru. Karenanya, istilah cap go meh secara harpiah adalah hari ke-15 pada bulan pertama dan dilihat dari sudut bahasa cap berarti 10, go berarti 5 dan meh adalah malam,” terang Firman membacakan sambutan tertulis Bupati Mempawah, H Gusti Ramlana, S.Sos.

Melalui maknanya yang mendalam itu, Firman berharap perayaan cap go meh mampu memberikan pencerahan bagi kehidupan bermasyarakat khususnya dalam menciptakan kerukunan dan keharmonisan umat beragama di Kabupaten Mempawah.

“Kita harus bersatu dan menciptakan kebersamaan, guna membangun masa depan bangsa yang dijiwai dengan semangat dan nilai-nilai kerukunan umat beragama. Karena, tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan, permusuhan dan kebencian. Semua agama mengajarkan umatnya untuk saling pengertian, menghormati dan mengasihi tanpa membeda-bedakan suku, golongan dan status sosial,” tegas Firman.

Dia menilai, perayaan cap go meh tumbuh dan berkembang dengan mengandung culture knowledge yang berisikan nilai-nilai religi yang mengakui kekuasaan Tuhan YME. Sehingga perayaan ini patut dilestarikan dalam upaya membentuk karakter dan pekerti masyarakat yang berkepribadian. “Sementara itu, atraksi naga, tatung dan barongsai menggambarkan culture beheavior yang mempunyai nilai jual untuk mendatangkan wisatawan,” pendapatnya.

Maka, imbuh Firman, tak heran jika perayaan cap go meh ini setiap tahunnya selalu dinantikan masyarakat khususnya warga etnis tionghoa yang ada di Kalimantan Barat umumnya dan Kabupaten Mempawah khususnya. “Karena, sesuai kepercayaan tri dharma, naga merupakan makhluk suci dari kayangan yang muncul ke muka bumi untuk mengusir roh-roh jahat, sekaligus memberikan rahmad, rezeki dan kedamaian serta mengusir malapetaka,” ucapnya.

Lebih jauh, Firman mengatakan, perayaan cap go meh merupakan event budaya yang dapat menjadi aset wisata bagi masyarakat Kabupaten Mempawah. Dengan catatan, perayaan ini dikelola dengan baik dan dapat memberikan multiflayer efek yang bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat Sungai Pinyuh.

“Cap go meh ini merupakan warisan bangsa tionghoa dan telah tumbuh serta berkembang menjadi kekayaan budaya lokal dan saat ini menjadi agenda tahunan dilingkungan masyarakat Kabupaten Mempawah. Maka, pemerintah daerah mendukung penuh penyelenggaraan CGM yang dipusatkan di Kecamatan Sungai Pinyuh,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Imlek 2570 dan CGM 2019 Kabupaten Mempawah, Kok Siu Man mengungkapkan, pawai cap go meh 2019 di Sungai Pinyuh diikuti kurang lebih 400 tatung yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Mempawah. Termasuk pula dari Kecamatan Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang.

“Jumlah tandu tatung sekitar 55-60 buah. Ada juga barongsai dan naga yang ikut meramaikan pawai ini. Peserta pawai berjalan kaki melewati rute-rute yang telah kami tetapkan yakni mengelilingi Kota Sungai Pinyuh,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Kok Siu Man pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan pawai cap go meh 2019. Sehingga, pelaksanaan pawai berlangsung semarak dan penuh kemeriahan.

“Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah, Polres Mempawah, Kodim 1201/MPh, rekan-rekan panitia dan seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung suksesnya perayaan Imlek 2570 dan Cap Go Meh 2019. Semoga di tahun-tahun mendatang bisa lebih semarak dan meriah,” harapnya mengakhiri. (wah)

Berita Terkait