Camp Dibakar Massa, Eks Gafatar Berhasil Dievakuasi dari Mempawah

Camp Dibakar Massa, Eks Gafatar Berhasil Dievakuasi dari Mempawah

  Selasa, 19 January 2016 18:16
DIBAKAR: Massa melakukan aksi pembakaran camp eks Gafatar. Wahyu/Pontianak Post

Berita Terkait

MEMPAWAH- Amuk massa menginginkan eks Gafatar untuk angkat kaki dari Mempawah tak tertahankan. Meskipun bupati dan jajaran Forkompinda turun langsung ke kerumunan masyarakat, namun tak mampu meredam emosi warga. Massa yang jumlahnya ribuan mulai meringsek dari sisi barat bascam eks Gafatar yang terdapat di Desa Moton. Dalam dialog yang langsung dilakukan, bupati menjelaskan jika eks Gafatar tersebut akan dibawa pada keesokan harinya, Rabu (20/1).
"Diharapkan warga bersabar, kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah provinsi, mereka (eks Gafatar) akan diangkut besok menggunakan kendaraan yang kita sediakan," tutur Bupati.
Jawaban tersebut tidak membuat puas massa. Bahkan mereka berteriak agar segera membumihanguskan camp eks Gafatar. Tak lama berselang usai penyampaian Bupati, massa lalu melempari camp menggunakan kayu dan batu. Setelah itu, mereka meringsek dari sisi barat base camp, sempat ditahan oleh aparat kepolisian dari Brimob dan TNI, namun arus massa terus memasuki lokasi. Kalah jumlah massa, aparat keamanan pun tak bisa menahan. Mereka dengan leluasa merusak camp dan fasilitas yang ada. Tak lama kemudian, muncul kobaran api dari camp paling tepi. Tak puas sampai disitu, massa langsung merusak dan membakar camp-camp lainnya. Sehingga dalam tempo satu jam, seluruh bangunan habis,  hanya menyisakan empat bangunan yaitu Aula, ruang makan, musholla, serta satu bascamp tempat tinggal.

Ketika massa berupaya membakar bangunan yang berada di dekat musholla, aparat keamanan semakin memperketat pengamanan, ternyata anggota eks Gafatar ditempatkan seluruhnya di bangunan yang terletak di bagian belakang tersebut. Tak berselang lama kemudian datang bus dan truk untuk mengangkut ratusan anggota eks Gafatar yang tersisa. Meskipun harus berdesakan, terlihat anak-anak, wanita dan orang tua dengan raut wajah ketakutan naik ke kendaraan yang disediakan oleh Pemkab Mempawah. Aparat keamanan pun kembali melakukan penjagaan ketat. Setelah itu, massa berangsur meninggalkan lokasi.(wah)

 

Berita Terkait