Calon Haji Pakai Gelang Aplikasi

Calon Haji Pakai Gelang Aplikasi

  Selasa, 24 July 2018 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK - Jemaah calon haji asal Kalbar rencananya akan berangkat menuju Arab Saudi mulai 30 Juli 2018. Total sementara jemaah yang akan berangkat sebanyak 2.521 orang dari 2.527 kuota yang disediakan. Enam orang lainnya menunda keberangkatan karena sakit, pisah mahram, dan ada yang meninggal. Jemaah itu dibagi menjadi enam kloter yang berangkat secara bertahap. 

Kloter pertama atau kloter 11 akan masuk ke Asrama Haji Pontianak 28 Juli 2018, dan berangkat ke Embarkasi Batam pada 29 Juli 2018. Sebanyak 42 kamar untuk penginapan jemaah calon haji di Asrama Haji Pontianak juga telah siap. Satu kamar ada yang ditempati empat orang, ada juga yang enam, delapan, dan 10 orang. 

Disinggung soal persiapan lainnya, Ridwansyah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar mengatakan sudah hampir 100 persen. “Tinggal pelaksanaan ibadahnya saja,” lanjut dia, belum lama ini. 

Dia berharap ibadah haji tahun ini bisa berjalan sukses. Tahun ini, kata Ridwan, Kementerian Agama melakukan 10 inovasi meningkatkan kualitas pelayanan. Diantaranya, memperbaiki pelayanan makanan jemaah dengan menambah layanan katering menjadi 40 kali dari sebelumnya hanya 25 kali. 

“Selama ini kan mungkin hanya di Madinah dan waktu wukuf, sekarang selama di Mekkah atau Masjidil Haram pun di tanggung. Paling hanya lima sampai enam hari saja yang ditanggung jemaah. Sehingga tidak perlu lagi jemaah repot bawa beras, kompor, ini menyikapi tahun-tahun sebelumnya yang sering terjadi kebakaran,” katanya.  

Terkait dengan dengan gelang jemaah, sekarang sudah menggunakan aplikasi. QR Code berisi rekam data identitas jamaah yang dapat diakses melalui aplikasi haji pintar. Ini akan memudahkan petugas haji dalam mengidentifikasi dan membantu jamaah yang membutuhkan pertolongan. “Ketika jemaah ada hilang, sesat, gelangnya bisa diakses,” paparnya. 

Kemenag meminta seluruh perusahaan katering untuk menggunakan bumbu asli dari Indonesia.  Selama ini,  bumbu masak di Saudi didominasi dari negara lain.  “Mudah-mudahan bisa memberikan kepuasan sesuai dengan selera Indonesia,” timpal Ridwan. 

Penempatan satu konsultan di tiap sektor. Selama ini, konsultan ibadah hanya ada di kantor Daker (Daerah Kerja) Makkah. Konsultan ini diharapkan bisa bersinergi dengan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang ada di tiap kloter. 

Kemenag membentuk tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) Tim ini terdiri dari petugas layanan umum yang memiliki kemampuan medis.  Kemenag juga melakukan inovasi pada percetakan visa.  Inovasi ini sangat signifikan dalam mempercepat proses penyiapan dokumen keberangkatan jamaah haji. Sebelumnya, Kemenag harus menunggu visa dari Kedutaan Saudi sehingga tidak jarang prosesnya menjadi lebih lama. 

Selain itu, juga dilakukan inovasi pada rekam biometriks jamaah bisa dilakukan pada semua embarkasi haji di Indonesia. Sistem sewa akomodasi satu musim penuh di Madinah, layanan katering bagi jamaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah, penandaan khusus pada paspor dan koper, serta penggunaan tas kabin, pengalihan porsi bagi jamaah wafat kepada ahli waris. (mrd) 
 

Berita Terkait