Bupati Temukan Kemasan Makanan Rusak

Bupati Temukan Kemasan Makanan Rusak

  Rabu, 8 May 2019 10:17
PANTAU PRODUK : Bupati, Hj Erlina saat mengecek produk minuman yang dijual di swalayanWAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sidak di Pasar Mempawah dan Pinyuh

MEMPAWAH - Memastikan ketersediaan bahan pokok makanan selama ramadan hingga Idulfitri nanti, Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar inspeksi mendadak (sidak), Selasa (7/5) siang. Sidak yang dipusatkan di wilayah Pasar Mempawah dan Sungai Pinyuh itu dipimpin Bupati Mempawah, Hj Erlina.

Dimulai dari Pasar Mempawah, rombongan Bupati dan sejumlah SKPD menyambangi Toko Cahaya Masa dan Rezeki Baru. Kedua lokasi ini merupakan salah satu distributor sembako dalam skala besar diwilayah Pasar Mempawah. Kemudian, sidak dilanjutkan ke swalayan dan toko-toko di Pasar Mempawah.

Selanjutnya, rombongan Bupati bergerak menuju ke Pasar Sungai Pinyuh. Seperti di Pasar Mempawah, Bupati juga menyambangi agen-agen distributor sembako dan gudang beras di Pasar Sungai Pinyuh. Erlina pun melakukan peninjauan dan melihat langsung kondisi produk makanan dan minuman yang akan didistribusikan kepada pedagang.

Di Pasar Mempawah, Erlina mendapatkan sejumlah temuan. Berupa, kemasan produk makanan siap saji dalam kondisi rusak, dan produk makanan yang dalam waktu dekat sudah memasuki masa kadaluarsa. Terhadap temuan itu, Bupati mengingatkan agar pemilik toko segera menariknya.

“Temuan yang kita dapatkan tidak terlalu membahayakan. Tadi, kami temukan kemasan kaleng ikan sarden yang penyok atau rusak, kemudian ada juga makanan yang masa kadaluarsanya menyisakan satu bulan lagi. Maka, kita ingatkan kepada pemilik toko agar segera menarik produk itu. Jangan dipajang lagi, khawatir nanti dibeli  dan dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Lebih dari itu, Erlina mengaku tak mendapatkan temuan lainnya yang berpotensi membahayakan kesehatan konsumen. Namun, hal lain yang menjadi sorotan Erlina dalam sidak tersebut yakni adanya kenaikan sejumlah komoditi. Meski demikian, dia memastikan kenaikan itu tidak signifikan.

“Komoditi telur ayam dan gula pasir mengalami kenaikan sebesar Rp 1000/kg. Kenaikan ini tidak terlalu signifikan, dan terlalu berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Secara umum, harga jual komoditi pada awal ramadan ini cukup stabil,” pendapatnya.

Dalam kegiatan sidak tersebut, Erlina beserta jajaran SKPD Pemerintah Kabupaten Mempawah juga mengecek ketersediaan atau stok sembako disetiap distributor. Hasilnya, dipastikan ketersediaan stok makanan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri mendatang.

“Kami juga mengecek masalah stok. Secara umum, kami lihat stok cukup banyak dan aman hingga lebaran nanti. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir dalam berbelanja. Tidak perlu menyimpan makanan dalam jumlah banyak, lantaran khawatir stok habis,” imbaunya.

Ke depan, bupati berharap para distributor dan pedagang dapat menjaga ketersediaan barang dan harga jual komoditi di pasar. Sehingga, situasi pasar tetap stabil dan kondusif selama ramadan hingga Idulfitri mendatang. 

“Karena, menjelang lebaran nanti akan menjadi puncak konsumsi masyarakat. Daya beli akan semakin meningkat untuk persiapan menyambut hari raya. Kami akan terus melakukan pantauan dan kontrol dilapangan agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan atau pun terjadinya kelangkaan barang yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat Kabupaten Mempawah,” tukas Erlina. (wah)

Berita Terkait