Bupati Resmikan Jembatan Gantung

Bupati Resmikan Jembatan Gantung

  Senin, 15 April 2019 13:57
DIRESMIKAN: Jembatan gantung rangka baja, akhirnya diresmikan oleh Bupati Sintang. Jembatan yang terletak di Desa Baras Nabun, Kecamatan Serawai ini menghabiskan dana senilai Rp6,5 miliar rupiah. FIRDAUS/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Untuk menuju Desa Baras Nabun yang terletak di hulu Sungai Serawai, Kecamatan Serawai. Butuh speedboat dari ibu kota kecamatan dan menempuh waktu sekitar 1 jam perjalanan. Belum lagi, aliran sungai yang deras. Namun, perjalanan yang panjang itu, tak surutkan semangat rombongan Pemkab untuk melakukan kunjungan kerja, sekaligus peresmian jembatan Gantung Rangka Baja di desa tersebut.

Sesampai di desa, Kepala Bidang Jembatan dan Drainase Dinas Pekerja Umum Kabupaten Sintang, Aef Sutardi bercerita mengenai pembangunan jembatan gantung rangka baja ini yang dananya bersumber dari APBN. Jembatan ini lanjut Aef Sutardi dialokasikan 6,5 milliar rupiah, dengan panjang 120 meter, lebar 2,2 meter.

“Jembatan ini 3 tahun baru terwujud, kita ajukan dari tahun 2017 lalu atas perintah bupati, dari 530 kabupaten/kota se-Indonesia, hanya ada 300 jembatan seperti ini yang dibangun dan akan di bangun di desa-desa seluruh Indonesia. Dan 2018 lalu, ada 144 unit yang dibantukan seluruh Indonesia. Alhamdulillah, diantaranya ada dua di Kabupaten Sintang, yakni di Baras Nabun dan Desa Ratu Damai Ketungai Hilir,” jelas Aef Sutardi Sabtu kemarin.  

Untuk itu, dengan diresmikannya jembatan gantung ini, Aef Sutardi meminta masyarakat merawat dan menjaganya agar keberadaan jembatan tersebut terus bisa difungsikan. Terlebih jembatan ini juga diproyeksikan presiden agar bisa dilewati kendaraan roda empat yakni ambulans. 

“Apabila dalam keadaan darurat saja untuk membawa pasien dan tidak boleh dilewati dengan sengaja menggunakan kendaraan roda empat untuk keperluan lain,” ungkap Aef Sutardi lagi.

Di tempat yang sama, Bupati Sintang, Jarot Winarno setibanya di Desa Baras Nabun. Ia beristirahat sejenak di rumah kepala desa. Setelah itu, ia beserta rombongan langsung menuju lokasi acara. Orang nomor satu di Kabupaten Sintang tersebut disambut dengan acara adat dan diterima dengan hangat oleh warga yang sudah berkumpul untuk menyaksikan kegiatan seremonial peresmian jembatan gantung rangka baja. 

“Keberadaan jembatan gantung rangka baja ini. Adalah bukti negara hadir ditengah-tengah masyarakat di tempat yang terjauh sekalipun dan inilah jembatan gantung di daerah terpencil di desa Baras Nabun ini,” kata Jarot Winarno. 

Jarot mengungkapkan bahwa jembatan gantung rangka baja yang bersumber dari APBN ini merupakan hasil dari diskresi menteri. Ia juga menjelaskan ini merupakan  keputusan atau tindakan yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang sedang dihadapi. 

Bupati Sintang ini juga mengatakan lebih lanjut, bahwa ini berangkat dari aspirasi anggota dewan yang ada ditingkat kabupaten yang sudah menampung aspirasi dari masyarakat. Kemudian, oleh anggota DPR RI Dapil Kalbar Komisi 5, ini ditindak-lanjuti.

“Akhirnya jembatan ini dikerjakan, puji syukur sudah selesai sehingga bisa kita resmikan hari ini, jembatan ini hanya belum ada pagar kawat di tepinya, nanti kita pasangl, kita kirim nanti agar untuk keamanan warga yang lewat terutama anak-anak,” jelas Jarot Winarno. 

Terwujudnya jembatan ini pun ungkap Jarot merupakan pengorbanan dari masyarakat yang rela tanahnya digunakan untuk pembangunan dengan tidak meminta ganti rugi. Sehingga dirinya pun memberikan apresiasi yang luar biasa bagi masyarakat Desa Baras Nabun yang sudah merelakan tanahnya. 

“Jembatan ini sudah jadi harus kita syukuri, pesan saya jembatan gantung ini boleh dilewati kendaraan roda empat apabila dalam keadaan gawat darurat saja yakni apabila ada masyarakat yang sakit keras, pasien boleh diangkut lewat jembatan ini menggunakan ambulans. Ingat hanya dalam keadaan gawat darurat, tidak boleh secara sengaja bawa mobil lewat jembatan ini untuk keperluan lain,” pesan Jarot Winarno pada masyarakat.

Jarot juga berpesan dengan telah diresmikannya jembatan ini, ia meminta masyarakat untuk menjaga dan merawatnya agar keberadaan jembatan ini bisa berlangsung sangat lama untuk akses masyarakat dalam beraktivitas.

Sementara itu, Kepala Desa Baras Nabun, Markus Kusmain mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan gantung rangka baja ini. Menurut Markus lagi, jembatan ini memiliki peran penting untuk masyarakat yang ada di Kecamatan Serawai.

“Jembatan ini menjadi ikon desa kami dan juga sebagai penghubung dengan desa-desa lain di perhuluan sungai serawai ini. Kami sangat membutuhkan jembatan ini karena untuk aktivitas sehari-hari baik itu untuk aktivitas perekonomian, untuk anak-anak sekolah dan aktivitas lainnya,” ucap Markus Kusmain. (fds)

Berita Terkait