Bupati Panggil Explore Kayong Utara

Bupati Panggil Explore Kayong Utara

  Kamis, 29 September 2016 09:30
GELAR RAPAT: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid menggelar rapat bersama Explore Kayong Utara (EKU), dengan melibatkan beberapa SKPD terkait dan sejumlah kepala desa, menindaklanjuti program GBBS, kemarin. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Bupati Kayong Utara Hildi Hamid menggelar rapat bersama Explore Kayong Utara (EKU), dengan melibatkan beberapa SKPD terkait dan para kepala desa di Kecamatan Sukadana, di Gedung Balai Praja Sukadana, Selasa (27/9) siang. Pertemuan tersebut menindaklanjuti terpilihnya EKU sebagai perekrut relawan untuk program Gerakan Budaya Bersih dan senyum (GBBS) pada acara puncak Sail Selat Karimata.

 
Mengenai sampah, Bupati yak memungkri bahwa hal tersebut memang menjadi persoalan di kabupaten yang dipimpinnya ini. Persoalan tersebut, menurut dia, lebih dikarenakan masih lemahnya kesadaran, sehingga masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Bahkan bisa dipastikan dia, jika beberapa pasar yang ada di Kecamatan Sukadana tidak menyediakan tempat sampah di depan tepat usaha mereka.

“Bisa saja karena kebiasan. Dapat kita lihat rumah mana yang menyediakan tempat sampah, bahkan pasar saja saya lihat tidak ada mereka menyediakan tempat sampah. Kalau semua diserahkan ke pemerintah jelas kita tidak mampu. Karena kita hanya memungut di tempat sampah yang telah tersedia,” ucap Bupati, Selasa (27/9) saat menggelar rapat.

Menyangkut hal ini, tentunya diprediksi dia jika menjelang Sail mendatang, ribuan tamu akan hadir. Hildi pun telah menginstruksikan pihak desa untuk dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Dirinya mengharapkan kepada pihak desa agar dapat menyarankan setiap rumah, menyediakan bak sampah, sehingga tidak ada lagi warga yang membuang sampah di jalan-jalan.

Sementara itu, terkait relawan ini dirharapkan Hildi dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada pengunjung acara Sail nanti. Berdasarkan informasi yang didapat dia, para relawan ini didominasi kawula remaja. Secara pribadi dia sangat setuju, karena para pelajar ini dinilai dia lebih mudah menyerap segala hal terkait sampah ini. Dia juga berharap agar mereka ini dapat menularkan laku bersih sampah ini, tidak hanya pada acara Sail saja, tapi juga di lingkungan rumah hingga lingkungan sekolah.

“Perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat, bahwa masyarakat itu memerlukan bak sampah. Makanya saya udang kepala desa. Kita perlukan bagi relawan, pada saat acara Sail itu adalah bagaimana dia bisa berhubungan secara langsung di masyarakat yang hadir. Karena kalau masyarakat bisa hadir, relawan bisa hadirlah. Saya sudah sampaikan ke protokol, Paspampres bahwa tamu undangan lewat Pantai Pulau Datok (Jalan Tanah Merah) yang masyarakat lewat Jalan Sungai Mengkuang, bebas mereka (masyarakat, Red),” sambung Hildi.

Dia berharap, dengan adanya relawan tersebut yang terlibat pada perhelatan Sail Selat Karimata, dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa membuang sampah itu tidak boleh sembarangan. “Kita ambil sampahnya, kita tunjukkan ke mana mereka harus membuangnya? Ini mudah-mudahan relawan ini banyak yang pelajar. Ini lebih mudah bagi kita mengajarkan mereka mendidik mereka, sehingga mereka juga bisa mentranspormasi ke rumah mereka, lingkungan mereka, bahkan hingga ke sekolah mereka masing-masing,” tutup Bupati dua periode ini. (dan)

Berita Terkait