Bupati Lantaik 19 Pejabat Eselon III dan IV

Bupati Lantaik 19 Pejabat Eselon III dan IV

  Selasa, 24 July 2018 10:00
AMBIL SUMPAH: Para pejabat eselon III dan IV saat diambil sumpah janji jabatan pelantikan oleh Bupati Ketapang Martin Rantan di Pendopo Bupati Ketapang, kemarin (23/7). AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tugas Baru, Motivasi Baru

KETAPANG – Perotasian pejabat dilakukan untuk memberikan suasana dan tantangan baru, serta menimbulkan motivasi baru di tempat tugas baru. Hal tersebut disampaikan Bupati Ketapang Martin Rantan saat mengambil sumpah 19 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Ketapang, Senin (23/7) pagi, di Pendopo Bupati. 

"Promosi diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemkab Ketapang atas prestasi kerja dan kinerja yang telah diberikan selama ini. Sedangkan rotasi dilakukan guna memberikan suasana dan tantangan baru, sehingga aparatur tidak terjebak dengan rutinitas sehari-hari yang cenderung membosankan," ungkap Martin. Dengan demikian, diharapkan dia agar penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Martin mengatakan, mutasi, promosi, dan pengisian jabatan struktural tersebut merupakan hal yang biasa, yang terjadi dalam tubuh pemerintahan. Tentunya pelantikan tersebut, dijelaskan dia, dilaksanakan setelah melalui penilaian secara ketat dan arif oleh tim Baperjakat terhadap kinerja pejabat selama ini. 

Empat dari 19 pejabat yang dilantik tersebut di antaranya pejabat eselon III atau pejabat administrator. Sedangkan sisanya adalah pejabat eselon IV atau jabatan pengawas. Martin menjelaskan, Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 menuntut pemerintahan di daerah untuk mampu menata managemen system penyelenggaraan pemerintahan di daerah. "Daerah dituntut untuk mampu menciptakan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif dan efesien, sehingga mampu menyelesaikan setiap persoalan yan dihadapi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Dia juga memaparkan tantangan dan permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang semakin kompleks dan beragam. Untuk itu, menurut dia, diperlukan dukungan dan partisipasi aktif dari semua stakeholder, baik itu pemerintah, dunia usaha, maupun civil society. "Artinya relasi yang baik dan harmonis ketiga aktor dimaksud menjadi sebuah keniscayaan," ujarnya. "Tegakkan disiplin, tekun, dan jadilah teladan dalam menegakkan setiap peraturan perundang-undangan. Karena dalam aspek apapupun, disiplin diri dan ketekunan adalah jembatan emas untuk menuju kesuksesan," pesan Martin. (afi)

Berita Terkait