Bupati Ingatkan Kades Pahami Tupoksi

Bupati Ingatkan Kades Pahami Tupoksi

  Jumat, 5 April 2019 11:09
PEMBINAAN: Bupati Bengkayang dan jajaran melakukan pembinaan di Desa Kalon. Istimewa

Berita Terkait

BENGKAYANG--Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot menyebutkan Kabupaten Bengkayang ada beberapa pembangunan yang menjadi kewenangan Desa, Kabupaten, Propinsi dan pihak lain (swasta).  Namun untuk memulai pembangunan dibutuhkan data yang jelas dan akurat. Kades diminta untuk selalu menyiapkan data tersebut agar memudahkan perencanaan.  Masyarakat diminta untuk selalu mendukung upaya pemerintah memasukkan pembangunan di desa. 

"Jangan setelah ada program, muncul masyarakat yang menentang/menghambat. Giatkan lagi semangat gotong-royong. Sebab dengan semangat itu dapat menumbuhkan rasa memiliki atas hasil pembangunan dan menumbuhkan persatuan," ujarnya saat kunjungan kerja ke Desa Kalon, Seluas, Selasa (3/4). 

Bupati juga mengingatkan para perangkat desa selalu menggiatkan warganya untuk menyekolahkan anak-anak mereka. "Berusahalah agar mereka memprioritaskan pendidikan apalagi sekarang sudah banyak sekolah yang dibangun pemerintah sehingga tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak bersekolah," jelasnya. Melalui pendidikan, berarti masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan dimasa mendatang seiring kemajuan yang terjadi. Kita tidak boleh lalai.

Kades Kalon, Marius Uding, menyebutkan masalah utama yang dibutuhkan masyarakat desanya adalah infrastruktur jalan, listrik, air bersih. Hingga saat ini warga masih mengandalkan sumber penerangan pribadi dari mesin genset, air sumur. Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah.

Sementara itu, Kepala Bappeda, Pinus Samsudin mengatakan, DAU Kabupaten Bengkayang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat dalam rangka percepatan pembangunan. Oleh karena itu perlu strategi yang tepat dalam untuk mengakomodir kebutuhan tersebut. "Salah satunya memilah mana yang menjadi kewenangan provinsi, kabupaten atau desa sehingga tidak tumpang tindih," katanya.

Hal lainya juga disampaikan, Kepala DPMPPDT, Dodorikus, AP, MSi mengatakan, pendidikan, akses pelayanan kesehatan, air bersih, gotong-royong, saran telekomunikasi, keberadaan pasar desa, pencemaran lingkungan, keberadaan kelompok  tanggap bencana, merupakan faktor-faktor yang menjadi indikator penilaian IDM (Indeks Desa Membangun).  Ia meminta Kades bersama perangkat menumbuhkan motivasi guna mengubah status desa. "Desa Kalon termasuk desa tertinggal. Kades harus melek informasi," harapnya.

Hadir Asisten I Bidang Pemerintahan, Yohanes Atet, M.Si, Kepala Bappeda, Pinus Samsudin, M.Si, Kepala BPMPPDT, Dodorikus AP.,M.Si, Kadis Perindustrian dan Perdagangan, Tomas Sundun, Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Erlianus, SP, Plt. Camat Seluas, Gustian Andiwinata, S.Pd., M.M., Kabid Sumber Daya Air Dinas PU, Yayat Sutiawan. Perwakilan PT. Ceria Prima.(har)

Berita Terkait