Bupati Dengar Keluh Kesah

Bupati Dengar Keluh Kesah

  Selasa, 21 May 2019 11:46
SIDAK: Bupati Sintang didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sintang, melakukan inspeksi (Sidak) mendadak serta meninjau kondisi SD Negei 26 Sintang, Senin.

Berita Terkait

Mengenai Kondisi Lingkungan Sekolah

SINTANG-Seusai menghadiri upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111. Bupati Sintang Jarot Winarno didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar lakukan inspeksi mendadak serta meninjau kondisi SD Negeri 26 Sintang, Senin (20/5).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Jarot bertemu dengan Kepala SDN 26 Sintang Syarifah Halijah, para dewan guru, dan anggota Komite Sekolah SDN 26 Sintang. Sambil bertatap muka dengan pihak sekolah, Bupati mendengarkan keluh-kesah terkait kondisi lingkungan sekolah yang tidak bisa digunakan untuk bermain, upacara, dan tempat olahraga bagi murid-murid SDN 26 Sintang.

“Biasa ini adalah masalah yang sama bagi sekolah-sekolah di seluruh Kabupaten Sintang. Kalau gedung sekolah kurang lebih sama, cuma kalau halaman agak spesifik. Ini memang dulunya memang asalnya adalah daerah kumuh dan banjir makanya agak repot penanganannya,” ujar orang nomor satu di Sintang ini.

Jarot juga mengucapkan terimakasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Sintang Welbertus melalui dana aspirasinya telah mengambil langkah awal dengan membantu penimbunan halaman sekolah.

“Saya terima kasih kerja keras komite dan perhatian dari anggota legislatif yang memberikan penimbunan di belakang itu pemerintah Kabupaten Sintang berjanji untuk menyelesaikan penyemenan supaya anak-anak bisa untuk bermain,” jelasnya.

Lanjutnya memang SDN 26 Sintang ini masalah lainnya adalah lingkungan di sekitar sekolah yang rumputnya tinggi dan kondisi drainase yang buruk sehingga sering tergenang air saat hujan.

“Drainase ini merupakan bagian dari tata kota dan saya harap teman-teman dari Perkim nanti lihat soal drainasenya dan teman-teman dari kebersihan rutin untuk membersihkan,” paparnya lagi.

Jarot memahami jika memang untuk hal pembangunan, dana Bantuan Operasional Sekolah tentu saja tidak cukup. “Tetapi untuk pemeliharaan dana BOS harus cukup, tadi misalnya ada kaca pecah kalau pecah kalau untuk ganti kaca tentu bisa. Tetapi untuk penimbunan tanah dan lainnya memang harus dibantu dari dana lain,” ungkapnya

Tak ketinggalan, Kepala Sekolah SDN 26 Sintang, Hj Syarifah Halijah juga membenarkan hal tersebut. Terkait dengan kondisi lingkungan sekolah, memang benar bahwa selama ini tidak bisa digunakan untuk berbagai aktivitas karena belum begitu mendapatkan perhatian.

“Terutama masalah lingkungan yang selama ini menjadi hambatan bagi kami. Jadi lapangannya tidak bisa kita digunakan untuk anak-anak bermain, upacara, olahraga dan lain-lainnya,” ujarnya saat diwawancarai.

Menurutnya, kondisi sekolah yang dikelilingi oleh halaman dengan rumput tinggi ini membuat pihak sekolah juga kewalahan melakukan penataan. Ditambah lagi saat hujan, seringkali halaman sekolah tergenang air.

“Saat hujan drainase itu tidak begitu lancar sehingga air ini banyak tergenang saat hujan walaupun tidak lama. Jadi untuk anak-anak olahraga pun biasanya kami hanya bisa pakai lapangan basket di belakang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar juga menyampaikan bahwa memang masalah sarana dan prasarana sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sintang masih banyak yang mengalami kekurangan. 

“Sarana dan prasarana sekolah kita ini masih banyak yang kekurangan-kekurangan, ada yang ruangannya rusak, lantainya rusak, atapnya rusak,” ujar Lindra yang juga turut meninjau kondisi sekolah.

Namun setelah dilakukan peninjauan hari ini bersama Bupati Sintang Jarot Winarno, Lindra menyampaikan bahwa masalah lapangan sekolah ini akan menjadi perhatian pemerintah untuk dilakukan pengecoran. 

“Kalau penimbunan kan sudah dari anggota DPRD dan mudah-mudahan kita tingkatkan setelah kematangan tanahnya ada pengecoran. Mudah-mudahan APBD kita siap untuk penataan halaman atau lapangan sekolah ini,” ujarnya. 

Berkaitan dengan pendanaan untuk penanganan- penanganan sekolah rusak, Lindra mengatakan bahwa ada beberapa sumber dana. Pertama dana pusat yaitu dana alokasi khusus (DAK) yang harus melihat dari data Dapodik. 

“Selain DAK, kemudian melalui APBD Kabupaten  yang memang kendalanya terbatas. Tapi tadi Bapak Bupati mengatakan bahwa untuk lapangan ini akan menjadi perhatian beliau, mudah-mudahan ke depan bisa teratasi,” tutupnya. (fds) 

Berita Terkait