Bupati Buka Nyapat Taunt di Simpang Hulu

Bupati Buka Nyapat Taunt di Simpang Hulu

  Rabu, 12 June 2019 10:56
NYAPAT TAUNT: Bupati Ketapang Martin Rantan diabadikan bersama sejumlah pengurus DAD Kabupaten Ketapang dan Kecamatan Simpang Hulu, usai membuka acara adat Nyapat Taunt VII, Selasa (11/6). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Bersama Pertahankan Kearifan Lokal

BALAI BEKUAK – Acara adat Nyapat Taunt diharapkan menjadi momen penggerak bagi masyrakat adat untuk mempertahankan kearifan lokal. Hal tersebut disampaikan Bupati Ketapang Martin Rantan saat membuka secara resmi kegiatan acara adat Nyapat Taunt VII Kecamatan Simpang Hulu, Selasa (11/6), di Kecamatan Simpang Hulu. 

"Kegiatan ini diharapkan dapat membuat pengurus dewat adat, tokoh adat, dan masyarakat adat, untuk terus dapat mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal," ungkapnya. Dalam sambutannya, Bupati juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal bagi Pemerintah Daerah (Pemda), khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disdikbud), dalam upaya melakukan pembinaan dan pelestarian budaya daerah. 

Dia juga mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan ini. Bupati berharap kegiatan ini dapat menghasilkan ide-ide positif, demi kebaikan pemerintah dan masyarakat kabupaten Ketapang. "Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, pengurus adat, panitia, dan masyarakat yang turut mensukseskan terselenggaranya kegiatan ini," ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkab Bupati, juga bertujuan untuk memantapkan program kerja Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Simpang Hulu. Keberadaan mereka, diharapkan Ketua DAD Kabupaten Ketapang tersebut, diharapkan mampu memperkokoh nilai-nilai luhur kehidupan budaya daerah, dalam rangka memperkaya kebudayaan nasional, serta mengaktualisasikan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Dayak khususnya. "Kegiatan ini merupakan satu di antara upaya dalam menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, apalagi kegiatan ini didalamnya terdapat beberapa lomba-lomba tradisional yang kenal dengan kebudayaan," katanya.

Lomba-lomba yang dimaksud Bupati, di antara lomba display budaya atau karnaval, Pamerah Hasil Seni Budaya Dayak, Lomba Pop Singer Lagu Dayak, Lomba Tari Dayak Kreasi, Lomba Peragaan Busana Dayak, Lomba Melukis Perisai Dayak, Lomba Melukis Kanvas, dan Lomba Olahraga Tradisional. (ser)

Berita Terkait