Bukit Kelam dan Hutan Wisata Baning Potensi Wisata yang Perlu Dimaksimalkan

Bukit Kelam dan Hutan Wisata Baning Potensi Wisata yang Perlu Dimaksimalkan

  Sabtu, 19 May 2018 09:07
BUKIT KELAM: Kawasan wisata alam Bukit Kelam di Kabupaten Sintang.

Berita Terkait

SINTANG-Anggota DPRD Sintang, Anton Isdianto berharap  intansi terkait bisa  menata  Bukit Kelam dan Hutan Wisata sebagai objek wisata.  Selama ini, kedua objek wisata terkesan tidak tersentuh.

“Kedua objek wisata itu, memiliki potensi penghasilan daerah yang begitu besar jika dikelola dengan baik,” kata Anton.

Dengan penataan objek wisata itu, diharapkan banyak wisatawan-wisataan yang berkungjung ke Sintang. “Dengan sendirinya perekonomian masyarakat juga meningkat,” katanya. 

Anton berharap pelaku usaha dapat menjual produk-produk khas Sintang kepada para pengunjung objek wisata. “Harus ada produk asal Sintang kita tonjolkan, baik itu dari sisi kerajinan maupun makanan dan minumana lainya,” katanya. 

Untuk mewujudkan itu, dukungan semua pihak sangat diharapkan, tak cuma pemerintah. Sebab, hanya dua derah di Indonesia yang memiliki hutan wisata di tengah-tengah kota yaitu Bogor dan Sintang. Namun hutan wisata Sintang lebih unggul karena hutan alam.

Ia mengatakan, Bukit Kelam dan hutan wisata Baning memang kawasan dalam naungan BKSDA. Karena itu, koordinasi antar pihak menjadi sangat penting dalam pengelolaan kedua objek tersebut. 

Sebelumnya, Wakil Bupati  Sintang Askiman  mempimpin rapat koordinasi persiapan Festival Investasi Bukit Kelam di Balai Pegodai komplek rumah dinas wakil bupati. 

Rakor antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) digelar,  khusus membahas mengenai persiapan infrastruktur pendukung kegiatan festival investasi Bukit Kelam. Rapat ini ditindaklanjuti dengan rencana peninjauan langsung ke lapangan dalam waktu dekat. 

Menurut Askiman, waktu sudah dekat, maka persiapan harus terus dimatangkan. Perkembangan setiap persiapan akan terus dipantau, termasuk diantaranya infrastruktur pendukung festival investasi Bukit Kelam.

Askiman menambahkan,  keberhasilan festival investasi Kelam sangat tergantung  kerjasama semua pihak. Sinergisitas dari semua OPD dibutuhkan.  “Daya dukung infrastruktur sangat krusial untuk diperhatikan dengan seksama, seluruh komponen ini perlu dioptimalkan,” kata Askiman. (stm)

 

Berita Terkait