Bukan Akhir Anden-Bomber

Bukan Akhir Anden-Bomber

  Jumat, 26 April 2019 10:35
GOL : Thomas Mueller dari Bayern Muenchen (tengah) berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang SV Werder Bremen (24/4).

Berita Terkait

 

2 WERDER BREMEN VS BAYERN MUENCHEN 3

BREMEN - Belum ada kepastian kapan pensiun dari striker Werder Bremen Claudio Pizarro. Tapi, suasana yang terlihat pada semifinal DFB Pokal kontra Bayern Muenchen kemarin seolah menegaskan bahwa itu laga pemungkas striker 40 tahun itu di DFB Pokal karena akan gantung sepatu akhir musim ini. 

Striker asal Peru itu mendapat sambutan dari suporter Bremen yang ada di Weserstadion ketika menggantikan Kevin Mohwald pada menit ke-65. Percaya atau tidak bahwa masuknya Pizarro membuat spirit Bremen yang redup karena sudah tertinggal 2-0 melalui gol Robert Lewandowski pada menit ke-36 dan Thomas Mueller (63'), kembali bangkit. Buktinya, Bremen bisa menyamakn skor hanya dalam rentang satu menit via gol dari Yuya Osako (74') dan Milot Rashica (75'). 

Tapi, lima menit berselang Lewy--sapaan Lewandowski--kembali membuat Bayern unggul melalui eksekusi penalti dan skor 3-2 bertahan hingga bubaran. Padahal, target Pizarro adalah mempersembahkan tiket final DFB Pokal untuk Bremen di kandang sendiri. Dia terlihat sedih dan gontai sesaat setelah laga. Tapi, tampak Lewandowski dan beberapa eks rekannya di Bayern menghibur. 

''Penalti itu konyol. Buat apa VAR (video assistant referee)?" semprot kapten Bremen Max Kruse seperti dilansir Fox Sports. Kruse menilai bahwa keputusan Daniel Siebert yang memberi penalti karena winger Bayern Kingsley Coman dilanggar Theodor Gebre Selassie keliru. Setidaknya, butuh bantuan VAR untuk mengkaji ulang. 

Terlepas dari kontroversial pelatih Bayern, mereka sudah ditunggu RB Leipzig di laga final (26/5) setelah menyingkirkan Hamburg SV di semifinal. Bagi Bayern, final nanti tak ubahnya puncak dari musim melelahkan mereka di Bundesliga. Bagaimana tidak. Hingga spieltag ke-30, mereka hanya unggul 1 poiin dari Borussia Dortmund yang ada di posisi kedua (). 

Artinya, persaingan juara Bundesliga bakal berlangsung hingga spieltag pemungkas bila kedua tim terus meraup kemenangan hingga spieltag ke-33. Benefit bagi Bayern adalah, final DFB Pokal dihelat sepekan setelah Bundesliga berakhir (18/5) yang artinya tidak mengganggu jadwal mereka untuk mengungguli Dortmund di kompetisi domestik.

''Itu (penalti, Red) adalah keputusan sulit bagi wasit. Tapi, King--sapaan Coman--juga tidak akan jatuh dengan sendirinya karena didorong dengan siku meski saya tidak tahu apakah itu layak penalti atau tidak (dari kacamata wasit,, Red),'' ucap pelatih Bayern Niko Kovac. (io)

Berita Terkait