Buka Posko Peduli Banjir, Ajak Warga Bantu Korban Banjir

Buka Posko Peduli Banjir, Ajak Warga Bantu Korban Banjir

  Minggu, 3 September 2017 10:32
BUKA POSKO: DAD Kalbar yang membuka posko bantuan banjir di salah satu sudut kantor BPBD Provinsi Kalbar. GUSTI EKA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

DAD Kalbar Prihatin Korban Banjir Sintang dan Ketapang 

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kalbar tak hanya merendam rumah-rumah warga, tapi juga memutuskan akses transportasi dan jaringan listrik. Tak pelak, bencana banjir ini menimbulkan keprihatinan dari berbagai pihak, di antaranya Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar. Mereka sampai membuka posko peduli banjir Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sintang, demi meringankan beban para korban banjir.  

GUSTI EKA, Pontianak

SEJAK Jumat (1/9) kemarin, beberapa orang dari DAD Kalbar terlihat sibuk menerima beberapa karung beras dan kotak mi instan. Tidak hanya itu, ada lagi beberapa kantong gula pasir dan minyak goreng yang memenuhi sebuah ruangan di sudut kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar di Jalan Adisucipto, Pontianak. 

Padahal hari itu merupakan hari pertama dibukanya posko peduli bencana banjir di Sintang dan Ketapang yang dilakukan DAD Provinsi Kalbar Biro Penanggulangan Bencana. Namun simpati masyarakat Kalbar begitu tinggi terhadap bencana alam yang menimpa kedua wilayah di Kalbar tersebut. “Kita berharap semua masyarakat Kalbar peduli dengan saudara-saudara kita yang terkena bencana ini, dan DAD hanya memfasilitasi dengan membuka posko ini,” ucap kordinator posko peduli bencana tersebut, Daniel Sinyor.

Ia menyebut selama sehari posko dibuka, sudah terkumpulkan 300 kilogram (kg) beras, 8 kardus mi intan, 25 liter minyak goreng, 6 kilogram gula pasir, serta beberapa kantong pakaian. Sejumlah barang bantuan tersebut merupakan sumbangan dari anggota-anggota DAD Kalbar. Sinyor mengatakan bahwa pihaknya membuka kepada masyarakat umum lainnya yang peduli dengan bencana ini, untuk menyalurkan bantuan ini ke posko tersebut. Sumbangan ini nantinya akan disalurkan mereka ke DAD Ketapang, untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Posko ini kita fokuskan Kabupaten Ketapang dan Sintang yang terkena banjir,” katanya.

Posko peduli bencana ini rencananya akan dibuka sampai 14 September mendatang. Namun, menurut Sinyor, jika bantuan itu sudah mencapai satu truk, maka bantuan tersebut akan disalurkan langsung ke Ketapang.

“Ada sekitar dua minggu, tapi kalau bantuan itu sudah minimal sampai satu truk, ini akan kita salurkan,” kata Siyor bercerita di ruangan BPBD yang dijadikan posko. “Kita memang minta bahan pokok yang instan seperti mi, beras. Hari yang banyak datang itu beras dan Indomie dan pakaian,” tuturnya.

Sinyor pun berharap hari-hari berikutnya para donator akan terus bertambah dan sumbangan akan terus meningkat. Dengan demikian, harapan dia agar masyarakat yang terkena banjir dapat diringankan dengan bantuan ini. 

Bantuan dari posko yang dibuka DAD ini akan memprioritaskan wilayah Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang. Menurut Sinyor, hal itu dilakukan karena saat ini mereka hanya mengantongi data dari Ketapang. Sedangkan dari wilayah Sintang sampai sekarang belum mereka dapatkan. 

Namun tidak menutup kemungkinan jika dalam beberapa hari ke depan jika data dari Sintang tersedia, akan memudahkan penyaluran bantuan. Sejauh ini Jelai Hulu, diakui dia, menjadi daerah terparah yang terkena banjir, yang merendam ratusan rumah di 16 desa di wilayah tersebut.

Sinyor menuturkan para korban yang terdampak banjir membutuhkan bantuan berupa bahan pokok. “Yang dibutuhkan sebenarnya menurut rekan kami di sana karena rumah mereka terendam, yang dibutuhkan beras, mi, pakaian juga, bahan pokok sangat dibutuhkan,” kata Sinyor menunjukkan foto banjir Ketapang di laptopnya.

Menurutnya, banjir tersebut hampir menenggelamkan rumah-rumah warga. “Ini kondisinya seperti ini kemarin, air pasang, kondisi gelap, listrik tidak nyala, jembatan pun ada yang putus,” ujarnya.

DAD akan mendorong masyarakat untuk membantu meringankan beban para korban banjir. Karena, diakui dia jika semua masyarakat yang terdampak banjir merupakan  kewajiban masyarakat Kalbar untuk membantu.

“Saya pikir kita tergerak membantu sesama ini karena pesan kemanusiaan. Kita merasa prihatin kepada mereka, saya pikir siapa lagi yang bisa menolong mereka,” katanya. “Kita dalam membantu masyarakat ini tidak mengenal batas wilayah, siapa pun mereka, bagaimana DAD berperan membantu pemerintah meringankan untuk kemanusiaan,” tuturnya. (*)

Berita Terkait