Buka Pelayanan Pembuatan e-KTP Pada Hari Libur

Buka Pelayanan Pembuatan e-KTP Pada Hari Libur

  Jumat, 9 September 2016 09:26
LAYANAN EKSTRA: Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak saat memberikan layanan pembuatan e-KTP kepada masyarakat, Kamis (8/9). Disdukcapil membuka layanan pembuatan e-KTP tambahan hingga hari Sabtu dan Minggu yang tetap memberikan layanan. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Jumlah kepengurusan pembuatan e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak meningkat setelah Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menegaskan akan menugaskan petugas melakukan sweeping dari rumah ke rumah terkait pemeriksaan e-KTP. Tahu jumlah kepengurusan e-KTP meningkat, Disdukcapil buka layanan e-KTP pada hari Sabtu dan Minggu.

“Ada peningkatan terkait kepengurusan e-KTP di Disdukcapil Pontianak. Saya berharap target perekaman e-KTP sampai 30 September mendatang dapat terealisasi. Dengan meningkatnya jumlah pembuat e-KTP, hari Sabtu Minggu kita buka layanan setengah hari,” terang Kadisdukcapil Kota Pontianak, Suparma kepada Pontianak Post, Rabu kemarin.

Ketegasan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji akan melakukan sweeping bagi warga Pontianak tak miliki e-KTP juga jadi pemicu meningkatnya jumlah warga yang mengurus pembuatan e-KTP. 

“Memang rencana sweping akan dilakukan. Kita akan kerjasama dengan Camat dan lurah setempat. Namun menurut saya warga Pontianak sudah cerdas, dan e-KTP memang diperlukan. Prediksi tak sampai sweping warga akan datang mengurus sendiri ke sini,” terangnya. 

Ke depan kata dia, bagi warga tak miliki e-KTP dipastikan akan kesulitan jika mengakses pelayanan publik. Misalnya kata Suparma, mengurus pembuatan SIM, BPJS, penerimaan bantuan perumahan sampai urusan kewarisan akan dilakukan dengan sistem online dan menggunakan e-KTP. Apabila tak miliki e-KTP dipastikan pengurusan akan terkendala. “Kita sudah MoU dengan lembaga lain terkait pengurusan sistem on line berbasis NIK,” terangnya.

Dia mengimbau warga untuk melakukan perekaman e-KTP. Jangan baru diperlukan baru urus e-KTP. Karena tergesa-gesa nanti terkesan pihak Disdukcapil memperlambat urusan atau kerjanya lamban. “Kita di sini kerja menggunakan IT, Kita perlu kehati-hatian guna meminimalisir kesalahan dan penyimpangan data. Jika data yang diserahkan tak jelas dan e-KTP harus jadi kan tidak bisa, warga juga harus melewati prosedurnya,” jelasnya.

Disdukcapil juga lakukan jemput bola dalam kepengurusan e-KTP. Jika ada keluarga sakit tetapi ingin mengurus e-KTP, silahkan menghubungi petugas Disdukcapil. Nanti petugas akan datang ke rumah warga. 

“Belum lama ini ada 5 warga yang minta perekaman e-KTP di rumah. Baru tiga yang sudah, sedangkan dua orang lagi belum bisa karena kondisi kesehatan masih menurun. Jika sudah bisa lakukan perekaman kita akan jemput bola,” tutupnya.(iza) 

Berita Terkait