Buah Durian: Nikmat atau Bahaya?

Buah Durian: Nikmat atau Bahaya?

  Rabu, 9 January 2019 10:07   0

Oleh: Dr. Maherawati, S.TP, M.P

BANJIR…. Banjiir … Banjir durian. Ya. Saat ini merupakan musim panen raya buah durian di Kalimantan Barat dan sekitarnya. Berton-ton buah durian dipanen dari berbagai daerah kemudian dijual ke Pontianak dan kota-kota lainnya. Musim durian kali ini didukung dengan suasana liburan akhir tahun dan long weekend, yang merupakan waktu tepat untuk berkumpul dengan teman dan saudara dengan acara makan durian bersama. Sangat menyenangkan.

Durian  memang merupakan tanaman asli kawasan Asia Tenggara yang beriklim tropika basah seperti di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Spesies durian yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah Durio zibethinus Murr. Di dunia terdapat sekitar 27 jenis durio. Dari semua jenis tersebut, 18 jenis diantaranya tumbuh di Kalimantan, 11 jenis di daerah Malaysia, dan 7 jenis di Sumatera. Variasi jenis durio di Kalimantan yang cukup besar menunjukkan bahwa daerah Kalimantan merupakan pusat persebaran yang penting untuk tanaman durian. 

Durian terkenal dengan sebutan raja buah (king of fruit) karena sebagian besar orang menyukai rasanya yang sangat enak dengan bau yang khas. Rasa durian dibentuk oleh berbagai senyawa pembentuk rasa dan aroma, dan juga senyawa pendukung nutrisi buah durian. Bagian buah durian yang dapat dimakan berupa daging buah yang terdapat sebanyak 20-35% dari total buah durian, bagian lainnya adalah kulit (60-75%) dan biji (5-15%). Selain daging buah yang bisa dikonsumsi langsung, dalam jumlah banyak juga bisa diolah menjadi berbagai makanan yang lebih tahan lama seperti lempok, dodol, selai, dan lain sebaginya.

Daging buah durian merupakan bahan pangan yang sangat bernutrisi. Dalam 100 g daging buah durian terkandung energy sebesar 134 kalori, karbohidrat 28%, protein 2,4%, lemak 3%, dan serat 1,4%. Selain itu juga mengandung beberapa nutrisi minor seperti vitamin C (53 mg), kalsium (7,4 mg), dan zat besi (1,3 mg). Masih terdapat beberapa senyawa nutrisi mikro yang mendukung sifat nutrisious buah durian. Itulah sebabnya banyak klaim kesehatan yang menyebutkan bahwa buah durian baik untuk kesehatan, seperti dapat mencegah depresi, melancarkan BAB, mencegah anemia, meredakan nyeri lambung, memperbaiki sistem syaraf, dan lain-lainnya. Klaim manfaat buah durian terhadap kesehatan tersebut karena dukungan zat-zat nutrisi yang ada dalam buah durian.

Namun banyak juga orang yang pantang makan buah durian karena alasan kesehatan. Beberapa “mitos” yang menyebutkan bahwa makan buah durian dapat karena menyebabkan hipertensi, memperburuk diabetes, menyebabkan stroke, bahkan dapat berujung pada kematian. Benarkah? Bagaimana sebenarnya yang terjadi? Fakta bahwa buah durian mengandung senyawa nutrisious seperti disebutkan di atas akan dapat memperjelas kekhawatiran tentang efek buruk buah durian terhadap kesehatan.

Dari perhitungan secara kasar, 1 buah durian dapat menyumbangkan energi sebesar 1000-2000 kalori. Jika dibandingkan dengan porsi makanan kita secara umum (nasi dan lauk pauk lengkap) sehari-hari, dalam satu kali makan mengandung 500-700 kalori. Bisa dibayangkan perbandingan kalori yang diperoleh dari makan 1 buah durian dengan makan siang kita kan? Apalagi jika makan buah durian tidak cukup 1 buah, tapi 3-4 buah. Dapat dihitung berapa jumlah kalori yang menumpuk. 

Kalori yang terbentuk dalam jumlah banyak dalam waktu singkat akan memberikan beban pada jantung untuk bekerja lebih kuat. Kerja keras jantung akan menyebabkan tekanan darah meningkat. Selain itu, durian juga mengandung gula yang berupa sukrosa, fruktosa, glukosa yang jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan meningkatkan kadar gula dalam darah yang membahayakan bagi penderita diabetes. Kombinasi antara kadar gula tinggi dalam darah dengan tekanan darah yang meningkat akan memicu gangguan bagi kesehatan. Jadi gangguan kesehatan karena makan buah durian dalam hal ini disebabkan karena porsi makan yang berlebihan.

Sebagian orang mungkin menduga bahwa buah durian mengandung alkohol. Sebenarnya tidak demikian. Buah durian yang masak normal tidak mengandung alkohol. Alkohol dapat dengan cepat terbentuk jika buah durian telah lewat matang, sehingga terjadi fermentasi yang menghasilkan alkohol. Hal ini karena kandungan karbohidrat yang cukup besar pada buah durian. Konsumsi buah durian akan mengakibatkan efek yang semakin parah terhadap kesehatan jika diikuti dengan konsumsi alkohol. Efek alkohol yang dimakan bersamaan dengan buah durian yang dimaksudkan di sini adalah jika dilakukan konsumsi buah durian bersamaan dengan minuman keras (minuman beralkohol).

Durian mengandung senyawa sulfur (dietil sulfida) yang salah satu kerjanya adalah menghambat kerja enzim aldehid dihidrogenase (ALDH). Enzim ALDH adalah enzim dalam hati (liver) yang berfungsi untuk memecah alkohol. Konsumsi durian dalam jumlah banyak ditambah dengan minuman beralkohol akan memperberat kerja hati dan sistem pencernaan. Alkohol yang gagal dipecah oleh ALDH akan berada dalam darah dan berubah menjadi sangat beracun. Gejala yang dapat timbul adalah tubuh menjadi tidak responsif, kehilangan kesadaran, pernafasan pendek, bahkan bias terjadi koma. Selain itu, kadar alkohol yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah melonjak (hipertensi) yang dapat meningkatkan resiko serangan jantung, stroke, atau gagal jantung. Secara teori, memang sangat berbahaya mengonsumsi durian dalam jumlah banyak diikuti minum alkohol.

Berdasarkan hal tersebut, sangat bijak bila kita dapat mengendalikan konsumsi buah durian dengan baik, sehingga tetap dapat menikmati lezatnya buah durian dan memperoleh manfaat gizi dari buah ini, namun tidak menyebabkan gangguan kesehatan bagi kita. Yuk makan dengan bijak!

Penulis: Dosen Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura