BPSDM Gelar Pelatihan Jafung Rumpun Ilmu Hayat

BPSDM Gelar Pelatihan Jafung Rumpun Ilmu Hayat

  Rabu, 20 March 2019 09:53
DIABADIKAN: Alfian MM diabadikan bersama peserta dan panitia serta widyaiswara usai pengalungan tanda peserta. AGUS SULAIMAN

Berita Terkait

BADAN Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat, Senin (18/3) menggelar pelatihan Jabatan Fungsional (Jafung) rumpun ilmu hayat bagi penyuluh kehutanan bertempat di Aula Bhineka Tunggal Ika, BPSDM Kalbar.

Pembukaan pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDM, Drs. Alfian, MM tersebut dihadiri Pejabat dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sambutannya Alfian mengatakan,di era Revolusi Industri 4.0, semua menjadi serba digitalisasi dan menjurus pada robotisasi membuat semua penyelenggara negara harus juga berbenah diri. “Kemajuan jaman yang semakin cepat tersebut tidak lagi bisa dicegah, suka atau tidak suka akan dialami bagi siapapun termasuk juga bagi para Aparatur Sipil Negara yang memegang jabatan fungsional dan bertugas sebagai Penyuluh Kehutanan,” katanya.

Pelatihan bagi Jafung Rumpun Ilmu Hayat bagi Penyuluh Kehutanan jelas Alfian, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh Pejabat Fungsional Penyuluh Kehutanan guna menghadapi tantangan global.

“Kita masih menemukan bahwa masih banyak yang harus dibenahi terhadap performance PNS secara keseluruhan, termasuk pada Pejabat Fungsional Penyuluh Kehutanan yang bekerja dengan model yang harus diperbaharui. Dimulai dari penggunaan metode penyuluhan, sarana penyuluhan dan alat peraga  yang harus di up-dating, serta berbagai kendala lainnya,”tuturnya.

Selain faktor penyuluh, sambung Alfian, pada dinamika eksternal, masih ditemukan kehidupan sosial masyarakat yang masih belum paham tentang Revolusi Industri 4.0. “Masih banyak masyarakat yang belum siap untuk melakukan perubahan terhadap dinamika perubahan lingkungan yang semakin cepat berubah. Harapan Saya dengan adanya pelatihan ini, para Penyuluh Kehutanan dapat menyerap pengetahuan, keahlian yang di dapat dan menularkannya kepada masyarakat di wilayah kerjanya masing-masing, tidak hanya pengetahuan, tidak hanya skillnya saja tetapi juga mengajak masyarakat untuk dapat menyikapi perubahan ini,”papar Alfian.

Penyuluh kehutanan jelasnya, pada hakekatnya merupakan pemberdayaan masyarakat, dunia usaha dan para pihak lainnya dalam pembangunan kehutanan dengan prinsip pengelolaan hutan secara lestari dan masyarakat sejahtera. “Oleh karena itu penyuluhan kehutanan memiliki peranan yang strategis, baik dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat maupun dalam upaya pelestarian sumberdaya hutan,”pungkasnya.(ags/ser)

 

Berita Terkait