BPS Gunakan Dua Metode Pada Sensus Penduduk 2020

BPS Gunakan Dua Metode Pada Sensus Penduduk 2020

  Selasa, 12 February 2019 11:20

Berita Terkait

PONTIANAK – Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini sedang bersiap-siap melakukan Sensus Penduduk di tahun 2020 mendatang. Kepala BPS Kalbar, Pitono menyatakan, Sensus Penduduk 2020 memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan Sensus Penduduk yang dilakukan sebelumnya.

“Sensus penduduk tahun 2020 sedikit berbeda dibandingkan dengan sensus sebelumnya. Jika sebelumnya kami menggunakan metodologi manual, yakni pendataan melalui kertas. Tahun 2020 nanti kita menggunakan combine system,” ungkapnya, kemarin.

Combine system yang dimaksudnya, adalah metode sensus yang dilakukan dengan dua cara, yakni manual dan pemanfaatan teknologi. Untuk metode manual, BPS masih memanfaatkan  metode wawancara menggunakan kertas atau disebut juga Papi (paper and pencil interviewing). Sementara metode yang memanfaatkan teknologi disebut sebagai CAPI (computer assisted personal interviewing) dan dalam hal ini BPS akan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“BPS nanti akan menyiapakan website atau portal yang memungkinkan penduduk bisa memasukkan datanya melalui portal tersebut. Penggunaan ini terutama menyasar pada kalangan yang sulit ditemui, seperti penduduk yang menetap di apartemen,” katanya.

Sedangkan penggunaan metode Papi masih sangat dibutuhkan, lantaran tidak semua daerah di Indonesia dapat terakses jaringan internet. Cara-cara manual, sebagaimana yang dilakukan pada sensus sebelumnya, masih akan dilakukan terutama saat mendata penduduk-penduduk di daearah pedesaan dan pedalaman.

Perbedaan lainnya pada Sensus Penduduk 2020 adalah, penggunaan data-data dari berbagai pihak yang akan menjadi referensi bagi BPS. BPS menurut Pitono, akan mengumpulkan data registrasi penduduk dari Kementerian Dalam Negeri, atau Dinas Catatan Sipil untuk yang ada di masing-masing provinsi. 

Pemanfaatan data penduduk dari kementerian tersebut dilakukan agar datanya secara nasioanl, akan sama dengan data yang dimiliki oleh BPS. “Agar nanti jumlah penduduk secara nasional sama antara BPS dan Kemendagri,” tuturnya.

Referensi lainnya, adalah data yang dimiliki oleh marketplace, salah satunya Bukalapak. “BPS berkejasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan dengan Bukalapak. Kami akan mengambil referensi dari Bukalapak,” jelasnya.

Karena itu, BPS Kalbar meminta dukungan dari berbagai pihak guna menyukseskan Sensus Penduduk 2020 ini. Dengan sensus penduduk, akan diketahui jumlah penduduk secara keseluruhan, mengetahui pertumbuhan penduduk, persebaran dan kepedatan penduduk, yang dengan data itu, akan memudahkan dalam mementukan kebijakan-kebijakan yang menyangkut harkat hidup orang banyak.  (sti)

Berita Terkait