Bonus Atlet Lewat Transfer

Bonus Atlet Lewat Transfer

  Rabu, 1 Agustus 2018 14:11

Berita Terkait

"Bonus bagi atlet Popda yang telah mengharumkan nama Pontianak saat Popda lalu tetap diberikan. Pemberiannya akan kita lakukan waktu dekat ini"

Syarif Saleh

PONTIANAK - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Syarif Saleh menegaskan bahwa pemberian bonus pada atlet yang menjadi juara Pekan Olahraga Daerah Provinsi Kalimantan Barat tak ada pemotongan. Pencairan bonus akan ditransfer melalui rekening masing-masing.

"Bonus bagi atlet Popda yang telah mengharumkan nama Pontianak saat Popda lalu tetap diberikan. Pemberiannya akan kita lakukan waktu dekat ini," ungkap Syarif Saleh kepada Pontianak Post, Selasa kemarin.

Kata dia, tak ada penahanan atau memperlama pembagian bonus pada atlet Popda yang sudah memberikan prestasi pada Pontianak. Jika semua berkas dan anggarannya sudah ada, maka langsung diberikan pada para atlet ini.

Pencairannya akan dilakukan dengan transfer ke rekening masing-masing. Jika atlet tak miliki rekening, maka lampirkan nomor rekening orang tuanya. Dia mengatakan bahwa bonus atlet tak ada pemotongan. Artinya, besaran yang diterima pada para atlet utuh. 

Terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Pontianak, Anwar Ali ingin pembagian bonus atlet Popda yang mendapat medali pada pelaksanaan Popda Provinsi Kalbar belum lama ini dapat dibagikan dengan cepat.

Mengenai pembagian bonus atlet menggunakan transfer ditanggapi positif oleh politisi Demokrat itu. Menurutnya, dengan menggunakan transfer bisa menekan terjadinya pemotongan bonus oleh oknum.

“Soal bonus atlet jika anggarannya sudah siap memang harus diberikan pada atlet secepatnya.  Itukan hak mereka, sebagai buah kerja keras latihan mereka selama ini,” ungkapnya.

Selain bonus sebagai penghargaan Pemerintah Pontianak bagi atlet pelajar prestasi seperti ini, mereka juga harus diberi sertifikat dengan isi sudah memperkuat Kota Pontianak dalam cabor tertentu. Tak sampai disitu saja, ingin dia, ketika masuk ke jenjang SMP atau SMA, sertifikat tersebut hendaknya bisa menjadi satu nilai tambah penilaian sekolah agar para atlet pelajar bisa diterima di sekolah yang diingini.

“Soal ini menurut saya Dispora harus melakukan kerjasama dengan Diknas Kota Pontianak. Untuk tingkat SMA nya, Dispora juga harus bicarakan dengan Diknas Provinsi. Kalau untuk kuliah, kalau tak salah saya, KONI sudah kerjasama dengan salah satu universitas,” saran Anwar Ali.(iza)

 

Berita Terkait