Bongkar Ratusan Kios PKL

Bongkar Ratusan Kios PKL

  Rabu, 2 December 2015 08:28
NGOTOT BERTAHAN: Seorang pedagang mencoba menahan petugas gabungan yang akan membongkar bangunan yang berdiri di atas parit di Jalan Sungai Raya Dalam,Kubu Raya, Selasa (1/12). Petugas membongkar bangunan tersebut karena berdiri di atas fasilitas umum. HARYADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KUBU RAYA— Lebih dari 100 kios milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kawasan Mapolda dan Sungai Raya Dalam, Selasa (1/12) ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kubu Raya.

Kendati beberapa PKL sempat melakukan aksi protes dan berusaha mempertahankan kiosnya, namun pada akhirnya puluhan PKL yang sejak pagi, sekitar pukul 8.00 telah berjaga di sekitar kiosnya akhirnya hanya bisa melihat pasrah semua kiosnya dibongkar.“Pada dasarnya kami tidak masalah jika kios kami ini dibongkar, namun seharusnya ada solusi dari pemerintah untuk mencarikan kami tempat berjulan lainnya,” kata salah satu PKL, Pardi yang mengaku telah berjualan hampir 15 tahun disamping Mapolda.

Dia menceritakan, beberapa tahun sebelumnya kios-kios milik PKL tersebut pernah dibongkar, namun kembali dibangun, lantaran pemerintah daerah setempat kala itu menjanjikan akan membongkar bangunan itu saat ada  tempat pengganti berjualan yang lebih representatif.  “Kami berharap pemerintah tidak hanya sekedar bisa membongkar, namun juga bisa memberikan jalan keluar terbaik bagi kami. Karena bagaimanapun kami berjualan ini tujuannya untuk memenuhi kebutuhan hudup keluarga,” ucapnya.

PKL lainnya, Toni Aryanto mengutarakan hal serupa, drinya tidak mempersoalkan pembongkaran kios tersebut, asalkan ada solusi jelas dari pemerintah daerah setempat agar dirinya beserta PKL lainnya bisa kembali berjualan. “Sebagian dari kami sudah berjualan sekitar 15tahun di sini. Kalau kios kami ini dibongkar, kami akan semakin susah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara saat ini cukup sulit mendapatkan pekerjaan,” keluhnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Fitria Fadly mengatakan sebelum melakukan eksekusi pembongkaran terhadap ratuas kios milik  PKL tersebut, sejak tahun 2014 lalu hingga beberapa bulan terakhir pihaknya telah melayangkan surat peringatan sebanyak lima kali bagi para PKL. “Dilayangkan surat peringatan itu diharapkan bisa membuat PKL sejak awal bisa bersiap diri untuk ditertibkan, karena memang bangunan atau kios yang didirikannya itu menyalahi aturan dan berada di atas fasilitas  umum,” kata Fitria Fadly.

Dia membenarkan jika masih ada PKL  yang tidak setuju atas pembongkaran kios yang dilakukan, namun disisi lain, kata Fitria Fadly juga banyak PKL yang sadar untuk membongkar kios-kios yang dibangun di atas fasilitas umum tersebut. “Disekitar Jalan Sungai Raya Dalam itu sejak beberapa waktu lalu juga sudah banyak PKL yang membongkar sendiri bangunannya, dan hal tersebut sangat membantu kami untuk menertibkan bangunan yang menyalahi aturan,” ungkapnya.

Disinggung soal berbagai keluhan yang diutarakan sejumlah PKL, kata Fitria Fadly sebaiknya hal tersebut dikoordinasikan bersama dinas terkait lainnya seperti Disperindag dan Dinas Cipta Karya. “Saya tegaskan, kami Pol PP Kubu Raya ini hanya menjalankan tugas dalam menegakkan Perda terutama mengenai ketertiban umum. Soal masih adanya pihak PKL yang ingin mencari solusi terbaik agar bisa kembali berjualan bisa langsung menghubungi instansi terkait lainnya di Kubu Raya. Sekali lagi kami hanya menjalankan tugas seperti menertibkan bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum termasuk bangunan yang belum memiliki izin lengkap,” pungkasnya. (ash)

Berita Terkait