Bongkar Paksa APK, Panwas Mukok Ditemani Satpolpp

Bongkar Paksa APK, Panwas Mukok Ditemani Satpolpp

  Senin, 15 April 2019 20:32

Berita Terkait

SANGGAU - Masa tenang 14-16 April 2019 telah memasuki hari kedua namun berbagai atribut Alat Praga Kampanye (APK) di wilayah Mukok  masih tetap terpasang dan tidak dilepas oleh pemiliknya. APK tersebut akhirnya dilepas paksa oleh petugas. 

Satpol PP bersama Panwaslu Kecamatan Mukok dan Bawaslu Kabupaten Sanggau mengambil sikap tegas guna melakukan pembongkaran  mengingat  masa tenang berakhir tanggal 16 April 2019 sebagaimana diatur Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017.

Dari pantauan, sejumlah APK tersebut terdapat dibeberapa titik. Salah satu anggota PPD (Pengawas Pemilu Desa) di Desa Semuntai, Adi mengatakan bahwa baru mendapat instruksi untuk pembongkaran APK tersebut.

"Kami baru saja mendapat instruksi dari Komisioner Panwascam Mukok untuk segera membongkar APK yang sampai H-2 ini masih terpasang di beberapa titik," ujarnya kemarin. 

Ada sejumlah titik di luar Desa Semuntai, yang mana APK tersebut juga belum dibongkar. "Kewenangan kami selaku PPD Semuntai hanya membongkar di wilayah Desa Semuntai saja," tegasnya.

Berkaitan dengan penertiban APK, Muhammad Faiza selaku anggota Panwaslu Mukok menjelaskan bahwa APK ditertibkan sejak dimulainya masa tenang, berarti terhitung sejak tanggal 14 April 2016 lalu.

"Hari pertama masa tenang kita serahkan dan himbau kepada partai politik untuk mencopot sendiri dulu. Sesuai aturan yang berlaku. Hari kedua hal seperti itu masih dimungkinkan. Jika hari kedua masih juga belum dicopot maka hari ketiga masa tenang (16/4), kami Panwas bersama Satpol PP yang akan mengeksekusinya," katanya.

Sejak siang kemarin, Satpol PP Sanggau dan jajaran Polsek serta anggota Danramil Mukok sudah turun membongkar APK yang masih terpasang tersebut. Hingga sore hari dipastikan atribut APK, berupa spanduk dan baleho tidak ada lagi yang masih terpasang.

Penertiban paksa APK tersebut turut dibenarkan Ketua Panwaslu Kecamatan Mukok, Romanus Marsian. Ia mengikuti langsung proses penertiban atribut APK yang belum dibongkar oleh peserta pemilu. (sgg)

Berita Terkait