Bocah SD Jadi Korban Pencabulan

Bocah SD Jadi Korban Pencabulan

  Sabtu, 23 July 2016 09:43
Ilustrasi

Berita Terkait

SAMBAS – Polsek Tebas sedang menangani kasus pencabulan yang diduga dilakukan IR (35) warga Kecamatan Tebas dengan korban bocah kelas II SD yang juga masih satu kampung. Orang tua korban pun melaporkan kasus ini setelah mendengar cerita dari anaknya (korban) tentang kejadian yang terjadi Kamis (21/7) di sebuah kebun jeruk.

Kapolres Sambas, AKBP Sunario SIK MH melalui Kasatreskrim, AKP Eko Mardiyanto SiK mengatakan saat ini IR sudah diamankan di Mapolsek Tebas, untuk dimintai keterangan terkait laporan yang disampaikan bapak korban.

“Jajaran Polsek, telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni di kebun jeruk yang berlainan Desa dengan tempat tinggal. Kemudian memeriksa saksi-saksi terkait dengan kasus tersebut. Nanti akan juga dilengkapi dengan visum,” kata AKP Eko Mardiyanto, Jumat (21/7).

Kasatreskrim mengatakan, kasus ini terungkap setelah bapak korban mendengarkan cerita dari korban, yang merupakan anak kandungnya. Setelah mendapatkan perlakuan dari IR saat pulang dari sekolah.

“Bapak korban ini awalnya mendengar keterangan dari anaknya. Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tebas,” katanya.

Dimana, sebutnya, kejadian pada Kamis (21/7) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban yang duduk di kelas III SD tersebut, karena masuk siang sekitar pukul 16.30 WIB dengan berjalan kaki. Dalam perjalanan, tepatnya sebelum Simpang Jalan Makpanji Desa Tebas Sungai Kecamatan  Tebas, IR menghampiri korban.

“IR Ini mengendarai motor, kemudian menghampiri korban. IR menawarkan kepada korban untuk diantarkan dengan berkata, ’’dik abang antarkan balik dah,” katanya.

Setelah itu, korban pun ikut naik sepeda motor IR.

“Saat perjalanan pulang ke rumah ini. IR ternyata tak langsung ke rumah korban, melainkan berbelok ke arah sebuah kebun jeruk di Desa Bekut Kecamatan Tebas,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan. IR diduga sudah memasukkan alat kelamin ke vagina korban. Kemudian mencium pipi bagian kanan dan kiri korban.

Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa siswa kelas II SD. Terlebih, kasus ini terjadi ditengah Sambas berupaya menuju Kabupaten Layak Anak (KLA).

“Saya akan memonitor sampai tuntas kasus ini. Dan memerintahkan kepada BPP dan KB, Camat, Kepala Desa untuk perhatian dengan kasus yang terjadi diwilayahnya,” kata Wakil Bupati.

Korban, sebut Hairiah, harus mendapatkan perlindungan dari semua pihak. Baik itu keluarga, masyarakat, pemerintah serta pihak lainnya. Agar korban cepat pulih dari fisik serta psikisnya.

“Korban harus merasa terlindungi setelah kejadian tersebut,” katanya.

Terhadap pelaku, Wakil Bupati Sambas meminta untuk bertanggungjawab atas apa yang dilakukan terhadap korban.

“Kalau memang ada pencabulan, pelaku jelas telah melanggar hak anak,” katanya.(fah)

Berita Terkait