Bobol Bank Rp1,85 M Demi Game Mobile Legend

Bobol Bank Rp1,85 M Demi Game Mobile Legend

  Minggu, 19 May 2019 09:10

Berita Terkait

PONTIANAK - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap seorang tersangka pembobol bank di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 1 Mei 2019 lau. Perempuan berinisial YS (26) yang merupakan pencinta games online Mobile Legends (ML) itu ditangkap karena diduga membobol uang Rp 1,85 miliar di salah satu bank. Transaksi ilegal yang dilakukan pelaku digunakan untuk membeli peralatan atau fitur pada game Mobile Legends. 

"Tersangka seorang perempuan asal Pontianak yang tidak bekerja, dan berhasil membobol sebuah bank sehingga bank mengalami kerugian Rp1,85 miliar," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi di kantornya, Sabtu (18/5).

Ade menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan atau tindak pidana transfer dana. Laporan itu teregister dengan nomor LP/805/II/2019/PMJ/Ditreskrimum, 8 Februari 2019. 

Dalam laporannya, korban menjelaskan telah menemukan transaksi yang janggal. Korban mendapati ada beberapa kali transaksi pembayaran di e-commerce menggunakan virtual account sebuah bank. Namun, saat pembayaran berhasil, saldo milik tersangka yang berada di bank lain tidak terdebet (uangnya tidak berkurang). 

Setelah menerima laporan, Tim Opsnal Unit II Resmob Polda Metro Jaya pun melakukan penyelidikan. Setelah bahan penyelidikan lengkap, tim langsung bergerak melakukan penangkapan. Akhirnya, perempuan kelahiran 1992 yang mengaku baru setahun belakangan main game online itu berhasil ditangkap di Pontianak. 

Ade menjelaskan YS merupakan seorang gamers Mobile Legends. YS diduga ingin membeli beberapa peralatan atau fitur game dengan menggunakan virtual account sebagaimana diarahkan Mobile Legends. YS diduga memanipulasi angka kode virtual account miliknya.

Dengan begitu, fitur game bisa didapatkan tetapi uang si pemilik akun tak berkurang karena pihak bank diarahkan menjadi penanggung biaya transaksi. “Tersangka menambahkan beberapa digit di akunnya sehingga akhirnya fasilitas (fitur) yang ingin dapatkan dari game itu dia dapatkan tetapi uangnya tidak berkurang,” ungkap Ade. Dengan demikian, pihak bank yang mengalami kerugian. Totalnya mencapai Rp 1,85 miliar.

"Bank harus membayar Rp 1,85 miliar kepada pemilik game," tegas bekas ajudan mantan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti ini. Menurut Ade, perbuatan yang dilakukan tersangka ini tidak cukup sekali. Namun, perbuatan itu dilakukan berulang-ulang. Sebab, tersangka tahu perbuatannya membeli peralatan di game Mobile Legends itu tidak mengurangi uangnya.

"Jadi karena itu dia melakukan terus dan mengulangi perbuatannya. Dari situ terbukti niatnya dengan sengaja," kata mantan Kapolres Karawang ini. Berdasar hasil pemeriksaan, ujar Ade, tersangka mengaku transaksi yang dilakukannya hanya digunakan untuk membeli fasilitas yang ada di game Mobile Legends.

 "Namun, kami masih mengembangkan kasus ini karena kerugian yang dialami oleh bank cukup besar yaitu Rp 1,85 miliar," katanya. Yang jelas perbuatan YS ini telah membuatnya dijerat pasal berlapis. Polisi mengenakan Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, dan atau Pasal 3, 4 dan 5 Ayat (1) Juncto Pasal 2 Ayat (1) Huruf p dan Huruf z UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam penangkapan, polisi menyita barang bukti antara lain satu kartu ATM dan 
buku tabungan sebuah bank, serta satu unit iPhone. (ody)

Berita Terkait